Sunday, April 06, 2008

Lagi...Arogansi Pengendara Motor Besar

kasus ini dialami oleh rekan saya, bro Yudha YJOC#0288 dari Bekasi Chapter

Cikarang, Sabtu, 5 April 2008 Pukul 16.28


hari itu merupakan hari yang ga pernah gw lupain selama gw nyemplak my Street Warrior. Gini ceritanya...

Setelah ngejemput pacar gw tercinta dari kediamannya di wilayah cikarang pusat (daerah terminal cikarang), gw melaju menuju Jababeka untuk menikmati malem minggu (Sorry ga ikut kopdar, coz lg ga boleh pergi2 jauh). Keadaan padat merayap di jalan Cikarang. Sengaja waktu itu saya ga melewati jalur Kawasan Industri. Saya memilih jalur utama. Ditengah asiknya menikmati kemacetan, persis di belakang pantat kontainer bersama rombongan kendaraan bermotor yang sabar antri, tiba2 sebuah motor Harlry davidson keluaran 2005/2006 melaju dari arah kanan saya. dengan suara yang gahar dan raungan mesin V-Twins-nya dia menghalangi jalan kendaraan dari arah berlawanan. dengan cacian dan makian dari sang pengendara, mebuat risih para pengendara yang lain.

Saya berada persis di belakang kontainer tersebut merasa terganggu dengan ulah pengandara tersebut. Selang beberapa detik kemudian, sang "motor besar" itu memepet saya, dan menyerempet seblah kanan motor. mengenai boncenger saya. ketika itu juga dia marah2 dan memaksa saya untuk minggir. Kemudian dia menendang motor saya, tetapi mengenai kaki boncenger saya (oh my sweety, Im so sorry for that mother****er did!). kemudian saya meminggirkan motor saya. Dan begitu pula dia. kemudian dengan sumapah serapah dan makian yang dia lemparkan ke muka saya, dia menyalahkan saya atas kejadian itu. dan dia menempeleng kepala saya sebanyak 3x. (1 kena muka, 2 kena helem, tp gpp... tempelengan banci!). Kemudian saya dipisah oleh warga yang melihat. Boncenger saya sudah jongkok dengen bercucuran air mata karena kesakitan di kakinya.

Dengen sedikit nada mengancam, saya akan melaporkan ke polisi. tetapi dia malah balik mengancam saya agar saya meminta maaf kepada dia. karena dia mengancam akan membuat saya babak belur. karena dia mengaku sebagai warga sekitar cikarang. Salah seorang warga, menyuruh saya untuk meminta maaf. Dan akhirnya dengan terpaksa saya meminta maaf kepada orang tersebut. Karena melihat kondisi pacar saya yang sudah syok dan cidera di kaki kanannya.

Setelah dia berlalu dengan sumpah serapah dan makian, saya melanjutkan perjalanan ke rumah saya.

Saya sudah melaporkan ini kepada pihak yang berwajib (polsek cikarang pusat) pada hari itu juga pukul 23.00. tetepi tidak ada tanggapan yang berarti kecuali sebuah nomor telfon Samsat pusat Polda metro jaya.

Sekiranya Bro n Sis di YJOC dapat membantu saya dalam melacak keberadaan siapa pemilik kendaraan bermotor tersebut.

Ciri Motor Besar tersangka
- Harley Davidson cooper
- Warna hitam
- nopol : B 5775 MB
Ciri pengendara
- badan tinggi, lumayan tegap, tidak atletis
- Celana jeans, kaos oblong merah, helem cetok warna merah
- keturunan Tionghoa

*) berita baiknya, saya tidak mengalami cidera, dan motor tidak mengalami kerusakan. hanya kaki pacar saya yang terkilir (dah sembuh dengan dipijet... hehe)

================================================

- Apakah dengan mengendarai motor besar bisa seenaknya menyerobot dan mengambil hak pengguna jalan yang lainnya.
- Apakah memang mayoritas pengendara motor besar memiliki atitud yang sama seperti itu?


sekiranya sekian dari saya, agar informasi ini disebarkan ke milis, forum, dan sebagainya. agar sekiranya pengendara tersebut dapat segera saya tuntut. Terima kasih sebesar2-nya kepada keluarga besar YJOC yang memberikan bantuan untuk menyelesaikan masalah ini hingga selesai. Keep brotherhood n spirit...

regards

yudha_YJOC 288
cikarang

Thursday, April 03, 2008

Undangan Dialog Terbuka Untuk Sdr. Roy Suryo

Undangan Dialog Terbuka Untuk Sdr. Roy Suryo
Dari Blogger untuk Blogger

“Dengan sangat senang, yang disebut ‘Dialog Terbuka’ adalah diskusi secara nyata dan bertanggung jawab,” kata Roy Suryo dalam pesan singkatnya kepada okezone, Selasa (1/4/2008).

Roy memastikan siap hadir dalam acara itu secara profesional seperti layaknya acara seminar. “Tolong mereka menyiapkan tempat umum yang ilmiah seperti kampus, diliput media, dan hadir secara nyata. Saya tidak melayani diskusi maya,” tegas dosen UGM Yogyakarta itu.

sumber: Okezone

Untuk menanggapi kutipan berita diatas, saya dengan ini mengundang secara resmi Sdr. Roy Suryo untuk hadir dalam acara Dialog Terbuka yang akan membahas tema isu seputar blogger terkait dengan statemen-statemennya yang telah dikeluarkannya di media massa.

Acara akan diselenggarakan pada:

Hari / Tanggal : Jumat, - 11 April 2008
Tempat : Universitas Budi Luhur Jakarta
Waktu : 13.00 -selesai
Acara : Dialog terbuka antara Riyogarta & Roy Suryo dengan tema seperti yang telah diutarakan diatas


Fasilitas:
Ruangan ber-AC dengan kapasitas 250 orang
LCD Proyektor
Sound System
Snack bagi pembicara dan peserta
Liputan media

Pendaftaran dilakukan di Universitas Budi Luhur Jakarta 2 jam sebelum acara dimulai (08.00 - 10.00 WIB). Pendaftaran tidak dipungut biaya.

Bagi pembicara dan moderator disediakan transportasi didalam kota dari dan ke Universitas Budi Luhur.

DICARI:

Seorang sukarelawan yang bersedia menjadi moderator dalam acara dialog terbuka ini. Adapun syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi moderator adalah:

Mengerti dunia teknologi informasi beserta perkembangannya.
Mampu menempatkan dirinya sebagai seorang yang netral
Diutamakan mereka yang berprofesi sebagai pengajar di perguruan tinggi (optional).
Karena keterbatasan dana yang dimiliki panitia, mohon maaf kami tidak menyediakan honor bagi pembicara dan moderator.

Terimakasih kepada Universitas Budi Luhur Jakarta yang telah menyediakan waktu dan tempat beserta fasilitas untuk terselengaranya acara ini.

Salam,

Riyogarta
Website: www.riyogarta.com
Email: me@riyogarta.com
Telp: 0855-100-7204

Kepada teman-teman blogger, wartawan maupun masyarakat luas yang kebetulan mengunjungi blog ini, mohon kiranya bisa turut membantu saya menyebarluaskan undangan ini dengan cara:

Copy-paste posting ini pada blog masing-masing dengan menyertakan sumbernya.
Menyalin link dari posting ini untuk disebarkan melalui blog masing-masing atau email.
Mendownload versi PDF dari posting ini untuk disebarluaskan.
Insya Allah apa yang saya lakukan ini bermanfaat bagi kemajuan blogger di tanah air.

Dowload Undangan Dialog Terbuka Untuk Sdr. Roy Suryo

Jakarta Kota Pantai?

Kamis, 03/04/2008 16:10 WIB
Bondan Winarno
Catatan Bondan Winarno
Jakarta Kota Pantai?

Jakarta - Siapa sih warga Jakarta yang sadar bahwa sejatinya Jakarta adalah kota pantai? Maklum, sebagian besar pantai Jakarta yang bagus sudah di-claim oleh perusahaan pengembang dan tidak dapat dimasuki warga kota kecuali bersedia membayar dengan karcis yang cukup mahal.



Belum lama ini saya berada di Turki dan singgah ke dua kota pantai yang indah: Istanbul yang dibelah Selat Bosphorus, dan Izmir di pantai Laut Aegea. Pantai-pantainya sangat indah. Seluruh pantai dipersembahkan untuk kepentingan dan kenikmatan warga kota. Tidak ada lahan di tepi pantai yang dipatok untuk kepentingan komersial, kecuali memang kavling-kavling yang sudah sejak zaman dulu dipakai sebagai kawasan hunian maupun bangunan bersejarah.

Di setiap distrik di Istanbul dan Izmir, dibangun taman-taman tepi pantai. Pada musim semi seperti sekarang ini, bunga-bunga tulip bermekaran dengan cantiknya. Tidak ada karcis masuk. Biaya parkir mobil pun tidak seberapa. Bangku-bangku taman terjaga dan terawat bersih. Begitu juga fasilitas toilet umum tanpa bayar yang bersih, kering, dan tidak berbau.

Yang paling mengesankan saya adalah tersedianya berbagai alat fitness untuk umum yang tersedia di taman-taman kota itu. Kalau di berbagai taman kota biasanya kita melihat alat-alat permainan untuk anak-anak, di Istanbul dan Izmir juga tersedia 'mainan' untuk orang dewasa berupa alat-alat fitness ini. Bagusnya lagi, semuanya terawat dan dapat dipergunakan. Tidak ada yang rusak!

Alangkah dimanjakannya warga kota Istanbul dan Izmir dengan taman-taman umum di tepi pantai. Di luar taman, selalu ada penjual minuman dan makanan yang tertata rapi untuk memenuhi kebutuhan orang-orang yang sedang berpelesiran.

Izmir bahkan mempunyai promenade cantik di sepanjang pantainya. Namanya Ataturk Caddesi. Tetapi, lebih dikenal dengan sebutan Kordon, karena ia memang mirip cordon alias pita indah yang menghiasi tepian pantai.

Ketika pertama kali berkunjung ke sana dulu, saya seakan mengalami deja vu - seolah-olah saya sedang berada di Nice, kota pantai indah di Prancis Selatan. Tidak heran pula bila orang menjulukinya sebagai 'The Riviera of the East'.

Di sepanjang Kordon, terdapat restoran-restoran dan butik-butik asri. Beberapa restoran di situ bahkan punya reputasi internasional. Kebanyakan menghidangkan masakan seafood. Contohnya adalah 'Deniz' yang selalu memenangi berbagai medali kuliner.

Pengelola kedua kota itu jelas menunjukkan keberpihakannya pada rakyat umum. Bukan kepada segelintir warga negara yang mampu membayar berapa pun untuk secara eksklusif menikmati anugrah alam. Hal yang sama juga kita rasakan di negara-negara maju Eropa dan Amerika.

Di semua negara maju kita juga melihat tata kota yang tidak mengizinkan pihak swasta atau perorangan meng-claim kawasan pinggir pantai. Di Portofino, San Remo, Nice, Cannes, San Francisco, Singapura, dan lain-lain, hotel-hotel tidak langsung berada di bibir pantai. Selalu ada bagian pantai yang dapat dilewati masyarakat umum tanpa bayar atau minta permisi.

Mengapa kita warga Jakarta merasa tidak mempunyai pantai?

Sambil mengenang almarhum Prof. Dr. Otto Sumarwoto yang baru saja meninggalkan kita, saya ingin mengulangi imbauan beliau. Pak Otto selalu mengingatkan para pejabat Pemerintah agar mengubah orientasi pikiran dari darat ke laut. "Sudah terbukti orientasi darat yang dilakukan rezim Presiden Soeharto salah, kok kita mengulanginya lagi sekarang?" tanya beliau.

Pikiran Pak Otto itu sama persis dengan pikiran almarhum Jenderal TNI Soemitro semasa hidupnya. "Saya memang orang Angkatan Darat. Tetapi, kalau kita tidak berorientasi ke laut, Angkatan Darat kita ini tidak akan berarti apa-apa. Terlalu besar beban untuk mempertahankan kedaulatan negara dari darat bila laut kita menganga tak terkawal," begitu kata-kata beliau yang selalu saya ingat.



Jangankan laut! Masyarakat kita pun terbukti tidak menghargai sungai. Buktinya, sungai di Indonesia selalu menjadi tempat sampah – dari hulu sampai ke hilir. Perhatikan juga tata letak rumah-rumah di tepi sungai. Bukankah kebanyakan rumah justru diletakkan membelakangi sungai? Agar sungai langsung menjadi jamban mereka?

Saya curiga para pejabat DKI pun tidak memikirkan laut dan sungai sebagai elemen keindahan. Orientasi mereka selalu pada tanah – terra firma. Kalau Manila saja sudah mampu membersihkan sungai di dalam kota, di Jakarta sungai baru mendapat perhatian ketika banjir melanda.

Mana ada sungai di Jakarta yang dikelola kebersihan dan keindahannya? Mana ada riverside park yang ditata asri di Jakarta? Bahkan, salah satu hambatan terbesar bagi gagasan penataan ulang 'Jakarta Old Town Kotaku' justru adalah Kali Besar yang jorok dan bau.

Di masa lalu, para noni dan sinyo berpelesiran ke Cilincing dengan Yacht Club-nya yang merupakan tempat dansa-dansi seronok. Sekarang? Siapa yang mau pelesiran ke Cilincing? Eh, ngomong-ngomong, di mana sih Cilincing itu?

Di masa lalu, ketika bagian pantai Pantai Impian Jaya Ancol masih dikenal sebagai Pantai Bina Ria – sekalipun ada kesan negatif bila keluyuran di sana di malam hari – setidaknya warga Jakarta masih punya pantai yang murah untuk dikunjungi.

Saya tidak bersikap kritis terhadap PT. Pembangunan Jaya yang telah membangun Ancol sedemikian rupa hingga menjadi tempat pelesiran yang lumayan bagus bagi warga kota. Yang saya tuntut adalah visi dari pengelola Kota Jakarta untuk menyediakan taman-taman publik di tepi pantai yang gratis, indah, aman, dan menyenangkan bagi warga kotanya yang penat. Tidak sadarkah mereka bahwa hidup di Jakarta ini sangat stressful?

Pihak swasta pun dapat ikut serta dalam inisiatif ini, khususnya bagi warga kota yang memang punya uang untuk membayar kebutuhan rekreasi mereka. Baru-baru ini di Ancol ada sebuah tempat makan-minum bernama 'Segarra' yang cukup saya sukai. Tempat itu benar-benar menempatkan laut sebagai elemen artistik utama.

Memang, 'Segarra' belum setara dengan 'ku-de-ta' di Legian, Bali, tetapi not bad, lah! Kita membutuhkan puluhan – bila tidak ratusan – tempat semacam 'Segarra' itu sebagai fasilitas rekreasi warga kota.

Barangkali, ya barangkali, bila banyak tersedia taman-taman indah di tepi pantai, akan banyak anak-anak Indonesia yang berpikir maju bahwa laut adalah sumber daya yang penting bagi bangsa. Maklum, generasi pemimpin yang sekarang kan kurang memikirkan hal itu?

Wednesday, April 02, 2008

Tragedi dibalik April Mop...

Tiap tanggal 1 April, ada saja orang terutama anak-anak muda yang merayakan hari tersebut dengan membuat aneka kejutan atau sesuatu keisengan. April Fools Day, demikian orang Barat menyebut hari tanggal 1 April atau lebih popular disebut sebagai 'April Mop'. Namun tahukah Anda jika perayaan tersebut sesungguhnya berasal dari sejarah pembantaian tentara Salib terhadap Muslim Spanyol yang memang didahului dengan upaya penipuan? Inilah sejarahnya yang disalin kembali sebagiannya dari buku "Valentine Day, Natal, Happy New Year, April Mop, Halloween: So What?" (Rizki Ridyasmara, Pustaka Alkautsar, 2005)

SEJARAH APRIL MOP

Perayaan April Mop yang selalu diakhiri dengan kegembiraan dan kepuasan itu sesungguhnya berawal dari satu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan. April Mop atau The April's Fool Day berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 atau bertepatan dengan 892 H. Sebelum sampai pada tragedi tersebut, ada baiknya menengok sejarah Spanyol dahulu ketika masih di bawah kekuasaan Islam. Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah bisa dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walau sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah Barat yang berupa pegunungan. Islam telah menerangi Spanyol. Karena sikap para penguasa Islam begitu baik dan rendah hati, maka banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan hanya beragama Islam, namun mereka sungguh-sungguh mempraktekkan kehidupan secara Islami. Mereka tidak hanya membaca Al-Qur'an tapi juga bertingkah laku berdasarkan Al-Qur'an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam.

Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya. Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun mereka selalu gagal. Telah beberapa kali dicoba tapi selalu tidak berhasil. Dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam di Spanyol. Akhirnya mata-mata itu menemukan cara untuk menaklukkan Islam di Spanyol, yakni pertama-tama harus melemahkan iman mereka dulu dengan jalan serangan pemikiran dan budaya. Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirim alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari ketimbang baca Qur'an. Mereka juga mengirim sejumlah ulama palsu yang kerjanya meniup-niupkan perpecahan di dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil. Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan Salib.

Penyerangan oleh pasukan Salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang idbantai, juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua, semuanya dihabisi dengan sadis. Satu persatu daerah di Spanyol jatuh, Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara Kristen terus mengejar mereka. Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara Salib mengetahui bahwa banyak Muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara Salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar dari Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka. Kapal-kapal yang akan membawa kalian keluar dari Spanyol sudah kami persiapkan di pelabuhan. Kami menjamin keselamatan kalian jika ingin keluar dari Spanyol, setelah ini maka kami tidak lagi memberikan jaminan! demikian bujuk tentara Salib. Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Beberapa dari orang Islam diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah dipersiapkan, maka mereka segera bersiap untuk meninggalkan Granada bersama-sama menuju ke kapal-kapal tersebut. Mereka pun bersiap untuk berlayar.

Keesokan harinya, ribuan penduduk Muslim Granada yang keluar dari rumah-rumahnya dengan membawa seluruh barang-barang keperluannya beriringan jalan menuju pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai tentara Salib bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumahnya. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara Salib menggeledah rumah-rumah yang telah itinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika para tentara Salib itu membakari rumah-rumah tersebut bersama orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya. Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan hanya bisa terpana ketika tentara Salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang tentara Salib itu telah mengepung mereka dengan pedang terhunus. Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara Salib itu segera membantai dan menghabisi umat Islam Spanyol tanpa perasaan belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Dengan buas tentara Salib terus membunuhi warga sipil yang sama sekali tidak berdaya. Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman. Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia Kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop.

Bagi umat Islam April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya seiman disembelih dan dibantai oleh tentara Salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas jika ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Sebab dengan ikut merayakan April Mop, sesungguhnya orang-orang Islam itu ikut bergembira dan tertawa atas tragedi tersebut. Siapa pun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, beberapa abad silam.

Bandung euy...

Bandung, ibukota Jawa Barat salah satu kota yang menjadi salah satu barometer pariwisata di Indonesia. Lucky salah satu manusia yang beruntung mendapatkan kesempatan berkali-kali ke kota tersebut baik dalam rangka tujuan kerja maupun liburan keluarga. Sebagaimana yang gw alami mulai tanggal 2 April 2008 ini, gw ditugaskan kantor, lagi-lagi, ke Bandung.

Berangkat dari rumah pagi-pagi jam 6 ,setelah lebih dulu semalam sebelumnya memesan taxi Blue Bird, berangkat ke Bandung menggunakan jasa travel XTrans, salah satu travel Jakarta-Bandung-Jakarta yang sedang naik daun saat ini.