Saturday, January 30, 2010

Kampanye Keselamatan Jalan? Lanjutkan!

Selang beberapa jam saja sejak saya tulis Kampanye Keselamatan Jalan, di stasiun televisi Trans7 juga menayangkan segmen terkait dengan kampanye keselamatan jalan. Dalam Bukan Berita, salah satu segmen pada talk show Bukan Empat Mata meliput tentang fenomena yang terjadi pada masyarakat kita khususnya yang terkait dengan isu keselamatan jalan atau road safety dan juga mengenai pelaksanaan peraturan lalu lintas di tengah masyarakat.

Dalam segmen yang dibawakan oleh host yang genit, Atika, saya mencatat sudah beberapa kali Bukan Berita di Bukan Empat Mata mengulas isu Road Safety, tercatat fenomena maraknya berkendara dengan motor sambil ber-handphone ria dan SMS, maraknya pejalan kaki menyeberang jalan bukan pada tempatnya sampai yang paling mutakhir Kamis, 28 Januari 2010 adalah maraknya penggunaan asesoris lampu strobo, sirine dan rotator pada kendaraan sepeda motor secara ilegal dalam arti diluar ketentuan yang diatur pada pasal 59 Undang Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009. (Lucky)

Dalam Bukan Berita tersebut yang menjadi sasaran liputan adalah klub motor yang SEHARUSNYA lebih PAHAM akan aturan lalu lintas yang berlaku. Lihat saja, ketika salah satu biker dengan inisial “F” yang juga member salah satu klub motor ketika ditanya oleh Atika mengapa masih menggunakan strobo, menjawab dengan “pembenaran” nya, “kan aturannya baru berlaku kemaren”. Rupanya biker tersebut lupa atau mungkin biker tersebut grogi karena kegenitan Atika yang terus mencecarnya dengan pertanyaan-pertanyaan, padahal Undang Undang Lalu Lintas sudah ada dan berlaku sejak tahun 1992. Belum lagi biker lainnnya yang ketika tengah mengendarai sepeda motor yang lengkap dengan raungan sirine dan kelap kelip lampu strobo langsung kabur ketika didatangi Atika. Sementara dua biker lainnya hanya bisa senyum tersipu malu ketika dicegat Atika dan dicecar dengan pertanyaan seputar penggunaan lampu strobo.

Segmen Bukan Berita di Bukan Empat Mata di Trans7 yang sudah sering meliput mengenai isu keselamatan jalan ini cukup membuktikan bahwa isu keselamatan jalan dan sosialisasi peraturan lalu lintas memang sudah sangat penting dilakukan oleh siapa saja yang peduli terhadap keselamatan jalan dan tegaknya hukum di negeri ini. Lanjutkan!

Infrastruktur, Mendisiplinkan Pengguna Jalan?

AWAL pekan ini, pengurus Road Safety Association (RSA) berkenan diterima oleh Wakil Kepala Dinas Perhubungan (Wakadishub) DKI Jakarta Riza Hashim, untuk sharing mengenai problem transportasi di Jakarta.

RSA yang diwakili Rio Octaviano selaku Ketua dan Edo Rusyanto (Litbang), secara aktif juga memaparkan apa yang menjadi harapan dan masukan dari para pengguna jalan. Terutama soal pentingnya aparat Dishub menertibkan disiplin para pengemudi angkutan umum.

“Selama ini sulit meningkatkan disiplin pengguna jalan. Karena itu, pendekatan kami adalah dengan pembangunan fisik. Misalnya, pembangunan busway. Ternyata bisa membuat disiplin penumpang yakni hanya naik dan turun di halte tertentu. Kami tidak bisa menegakkan hukum dengan menjaga ruas jalan tertentu dalam waktu 24 jam terus menerus,” kata Riza Hashim.

Ia pun membocorkan sedikit soal rencana aksi Dishub menata sistem transportasi Jakarta yang terkenal semrawut alias gak pernah lepas dari kemacetan. ”Salah satunya, kami akan membuat tempat khusus bagi mikrobus, lajur dan ketinggian pintunya akan kami atur,” papar Wakadishub.

Tingkat kedisiplinan pengguna jalan memang menjadi sorotan utama. Maklum, perilaku berkendara ternyata menjadi biangkerok alias penyebab kecelakaan lalu lintas jalan. Di Jakarta, sedikitnya setiap hari terjadi belasan kasus kecelakaan yang merenggut setidaknya tiga nyawa per hari.

Populasi kendaraan memang cukup tinggi di Jakarta. Data termutakhir pihak Kepolisian Daerah Metro Jaya menyebutkan, ada sekitar 7,3 juta sepeda motor dan sedikitnya 3 juta mobil. ”Setiap hari ada pembuatan 300 surat tanda nomor kendaraan (STNK) dan sekitar 500-an kalau digabung dengan Botabek,” tutur Riza.

Pergerakan warga, kata dia, sedikitnya sekitar 20,7 juta pergerakan setiap hari. Dan ironisnya, ”Angkutan umum hanya sekitar 88 ribu unit yang artinya hanya mampu melayani 1,5% kebutuhan transportasi warga,” tutur Wakadishub.

Tak aneh, jika kemudian warga Jakarta mencari alternatif transportasi, selain roda empat, kendaraan paling favorit adalah sepeda motor. Selain harganya terjangkau, sepeda motor dinilai lincah mensiasati kemacetan lalu lintas jalan.

Ruwetnya Pengadaan

Salah satu aspek penting dari sistem transportasi adalah rambu dan marka jalan. Jangan berfikir mudah mengatur soal yang satu ini. ”Untuk pengadaan barang untuk mengganti rambu atau lampu yang rusak, kami harus sabar menunggu pergantian APBD. Misal, kerusakan terjadi di pertengahan 2010, maka penggantian yang rusak baru bisa pada anggaran tahun depan,” keluh Riza.

Hal ini mengusik kita sebagai pengguna jalan. Bagaimana bisa lebih tertib dan lancar lalu lintas Jakarta jika rambu atau lampu pengatur lalin rusak. Ketatnya sistem keuangan pemerintah memang tak terlepas dari upaya mencegah terjadinya kebocoran keuangan negara. Tapi, apakah jika terkait keselamatan jalan tidak ada kelenturan birokrasi? Itu masih menjadi pertanyaan kita semua.

Riza mengakui, bahwa rambu atau lampu lalin bisa membantu pengguna jalan. ”Bahkan bisa membuat disiplin pengguna jalan,” papar dia.

Ia mencontohkan pemakaian perangkat hitung (counter) di setiap perempatan lampu merah. Alat yang menunjukkan berapa lama lampu merah itu, bisa membuat pengguna jalan menghitung waktu saat berhenti. ”Jika ada yang rusak, laporkan kepada kami ke no 021-3844022 dan 021-3457471 atau 021-3520778 untuk posko kami,” paparnya. (edo rusyanto)

sumber : Road Safety Association

Saturday, January 16, 2010

Lucky Rider

Lucky Rider adalah nama usaha yang dirintis oleh saya untuk memenuhi kebutuhan pengendara motor dalam berkendara. Beberapa barang yang saya jual disini tidak lepas dari unsur safety dalam berkendara.

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi :

LUCKY RIDER SHOP

GSM : 0811 – 891 892

CDMA : 021 – 96325 012

YM : lucky25673

Google Talk : lucky.junan.subiakto@gmail.com

Email : lucky.junan.subiakto@gmail.com, lucky25673@yahoo.com

Monday, August 03, 2009

SENYUM

Percayalah kekuatan senyuman amat luar biasa.
terlebih diberikan dengan tulus hati,

Bisa menjadi pencair hubungan yang dingin,
Dapat memberi semangat dalam keputusasaan,
Dapat membuat penenang jiwa yang resa,

Senyuman......
juga merupakan tanda untuk membuka diri dngan orang disekeliling kita.

kapan terakhir kali anda memberikan hadiah senyuman manis pada orang yang anda kasihi ??
mulailah dari sekarang kita tersenyum dengan tulus hati kepada siapa pun dan dalam keadaan apapun.....