Bila anda merasa,
1. Gak tahan udara panas
Naik motor itu otomatis badan kita akan berinteraksi langsung dengan matahari (kalo siang), panas bukan pilihan, adalah sesuatu yang harus diterima. Berteduh dibawah pohon pada saat traffic light masih merah, dan menghalangi pengguna jalan lain adalah pekerjaan orang idiot.
2. Gak ngerti sopan santun
Dijalan raya, bukan hanya kita pengguna nya, masih banyak orang lain dengan skill berkendara yang variatif. Tanamkan motto "Saya yang harus antisipasi kendaraan lain ketika bermanuver, bukan kendaraan lain yang harus mengantisipasi manuver saya".
Optimalkan perlengkapan standar pada kendaraan bermotor anda, jangan gunakan spion yang lebih kecil dari standar yang ada, karena bisa membahayakan orang lain, dan diri anda sendiri.
3. Takut rambut acak2an atau pengap
Salah satu alasan gak mau pake helm half atau full face adalah, takut rambut acak-acakan, tidak mau pengap karena posisi muka ikut tertutup bagian dari helm. Hargai kepala anda.
4. Takut kehujanan
Hujan adalah gejala alam yang pasti terjadi, perlengkapi kendaraan atau diri anda dengan jas hujan (stelan, jangan model ponco..banyak korban). Berhenti sebentar untuk pasang jas hujan, dan mulai kembali perjalanan anda, bila harus meneduh, pilihlah tempat yang tidak menghalangi pengguna jalan lain.
5. Gak mau kena macet dan dibelakang bis
Bis / kendaraan umum laiinya adalah fenomena luar biasa dari ibu kota tercinta kita ini, para pejebat lalu lintas sibuk mencari keuntungan pribadi, daripada mengatur kendaraan ini. Apabila memang keadaan memaksa anda berada di belakang knalpot "kurang ajar" kendaraan umum, tetaplah bersabar, gunakan selalu masker yang layak pakai dengan filter karbon, jangan memaksakan kehendak untuk mendahului kendaraan umum tersebut, pada akhirnya, membuat susah orang lain.
6. Gak mau kena macet, terus nyusul lewat trotoar
Trotoar adalah fasilitas untuk pejalan kaki, tidak ada alasan lain. Apabila kita dapati penggunaan yang menyimpang dari trotoar, biarlah itu urusan pemerintah kita yang korup, pastikan diri kita menghormati pengguna trotoar.
Bila anda termasuk yang di atas...atau anda merasa masuk ke dalam golongan bikers cengeng..silahkan pilih alat transportasi lain....yang memungkinkan anda nyaman dan tidak perlu bersusah payah.
Jangan coreng nama baik BIKERS..!!
*Kalimat yang digunakan adalah non-formil.
Forum Safety Riding Jakarta
Thursday, July 03, 2008
7 Deadly Bins
Artikel berikut adalah 7 skenario tabrakan yg didasari dari kecelakaan yg sebenarnya dimana si pengendara2 motor ybs tewas. Mereka tak sempat menerangkan apa yg salah, jadi dibuatlah skenario ini, menghindari maut dan tetap selamat dgn mempelajari kesalahan mereka.
1. Perpotongan Jalur Berbahaya (Junction Jeopardy)
Pembunuh nomor satu, tabrakan di perpotongan jalur selalu sama dan berakibat serius, dapat terjadi pada siapa saja yg biasanya pengendara lain yg terlibat mengklaim bahwa mereka tak melihat ada motor datang, meskipun begitu pengendara motor bisa menghindari dgn defensive riding dan tetap awas.
Apa yg salah :
Pengendara motor berjalan di belakang sebuah mobil, ketika mobil tsb belok kiri, motor melaju bermanuver melewati mobil tsb di sisi kanan, ternyata dari arah kiri ada mobil lain yg melaju baik lurus maupun belok kanan/kiri.
Cara menghindar kesalahan :
- jangan pernah mendahului dari kanan dimana bisa jadi ada kendaraan masuk/belok di jalur anda tanpa peringatan, dahului dari kanan bila jelas2 perpotongan jalur tsb bersih dan aman tak ada kendaraan lain.
- masuki tiap perpotongan jalur dgn sebanyak mungkin penglihatan dan informasi, perhatikan posisi kendaraan dan lampu2 sen, tapi jangan menyimpulkan apa2. Nantikan yg tidak dinanti nanti.
- tanyakan pada diri sendiri "sudahkah saya terlihat?", pastikan anda di garis lihat pengendara mobil, kalau perlu terjadi kontak mata, bila ragu2 siapkan yg terburuk.
2. Tikungan yg Kacau (Cornering Chaos)
Jujur saja, tewas ditikungan adalah mati konyol, karena bisa dihindari dan tak ada alasan yg pantas utk itu. Tetap hidup, dlm kasus ini sangat sederhana, berkendaralah dgn keterbatasan anda. Status membuktikan bahwa pengendara motor tak berpengalaman atau yg sudah lama tak bawa motor adalah yg terbanyak mendapatkan kecelakaan ini, yg mengejutkan adalah terjadi meski jalan tidak basah.
Apa yg salah :
Pengendara motor memasuki tikungan terlalu cepat hingga gagal prediksi radius tikungan dan tak sempat melihat keadaan di ujung tikungan lalu berada di garis tikung yg tdk tepat hingga terlalu dekat dgn jalur arah lawan dan gagal menikung dgn benar hingga panik (ada yg menurunkan gas dan mengerem) hingga ketika keluar tikungan motor malah lari jauh ke arah lawan hingga bertabrakan dgn kendaraan dari depannya.
Cara menghindar kesalahan :
- rem dan atur posisi gigi segera, atur kecepatan hingga bisa merubah jalur menikung bila diperlukan, perhatikan keadaan tikungan bila ada tanda2 marka jalan kemana arah tikungan tsb.
- masuki garis tikungan dgn penglihatan terbaik utk melewatinya - bukan garis tikungan balapan, dgn menyisakan ruang antara anda dan kendaraan dari arah lawan.
- jika tiba2 tikungan menyempit (baik keadaan jalan maupun ada kendaraan lain), jangan panik, karena panik bisa membuat motor hilang kendali.
3. Mendahului yg Kebablasan (Overtaking Oblivion)
Tabrakan ketika mendahului adalah kasus paling banyak ke tiga dlm kecelakan motor, meskipun si pengendara motor biasa dan bisa mendahului kendaraan yg melaju lebih lambat.
Apa yg salah :
Pengendara motor melaju terlalu dekat pada kendaraan didepannya hingga banting setir kekanan dan berusaha mendahuluinya, ternyata didepan kendaraan tsb ada kendaraan lagi hingga si pengendara motor berusaha melewati keduanya, karena salah perhitungan dan salah atur jarak lalu keluar jalur masuki arah lawan dgn tak ada waktu dan jarak lagi utk pindah jalur hingga terjadilah tabrakan dgn kendaraan dari arah lawan.
Cara menghindar kesalahan :
- kunci mendahului adalah perencanaan yg matang, jangan gak sabaran, terburu2 atau agresif, posisikan diri anda dgn penglihatan terbaik kearah jalan didepan, pastikan posisi gigi yg pas utk menaikkan akselerasi.
- perhatikan jalan didepan dgn seksama, adakah hal2 yg berpotensi bahaya? jika ada sedikit saja keraguan di hati, jangan mendahului!, karena sebentaran saja anda dapat lagi kesempatan utk mendahului.
- lihat kaca spion dan area yg tak nampak di kaca spion lalu nyalakan lampu sen dan segera mendahului secepat dan semulus mungkin, ambil segera jalur semula dan jaga ruang antara anda dan kendaraan lain seluas mungkin.
4. Pemilahan yg Rusak (Filtering F**k-Up)
Bisa memilah melaju melewati kendaran2 di jalanan yg ramai adalah praktis maju yg terbesar dalam mengendarai motor sekaligus berbahaya.
Apa yg salah :
Pengendara motor melaju terlalu cepat di jalur 2 atau 3 dgn estimasi kecepatan 45kpj lebih cepat dari kendaran lain disekitarnya yg akan didahului, tiba2 salah satu kendaraan bermanuver pindah jalur tepat didepannya hingga si pengendara motor tak bisa menghindarinya dan terjadilah tabrakan.
Cara menghindar kesalahan :
- berkendaralah dgn kecepatan yg memungkinkan anda utk berhenti atau bermanuver dgn tepat, disarankan jangan lebih dari 15kpj dari kendaraan lain disekitar yg akan didahului.
- duduk tegak dan fokus terhadap jalan didepan, perhatikan tanda2 yg berpotensi bahaya, awas terhadap lampu2 sen kendaraan lain, perempatan2, pejalan kaki yg nyebrang dll, sisakan ruangan antara anda dan kendaraan lain.
5. Berkendara kelompok yg Berdukacita (Group Riding Grief)
Berkendara dgn teman2 bisa menyenangkan sekaligus dapat menimbulkan masalah. Berkendara kelompok tdk termasuk dlm catatan resmi kasus kecelakaan bermotor, tapi secara tetap tercatat sbg faktor penyumbang yg tidak bisa diabaikan. Porblem terbesar adalah si pengendara motor beresiko kecelakaan karena keinginan utk show off atau pamer kebisaanya bermotor didepan teman2nya. Berkendaralah dgn kenyamanan anda sendiri, jangan terpancing oleh ulah teman anda.
Apa yg salah :
4 motor atau lebih berkendara kelompok, dgn 3 motor di belakang sebuah kendaraan lain dan satu motor didepan kendaraan lain tsb sekalgus di belakang kendaraan lain, satu dari 3 motor dibelakang mencoba mendahului, tiba2 satu motor didepan tsb juga mendahului kendaraan didepannya tanpa memberi tanda dan tak melihat spion, motor yg dibelakangnya tak sempat menghindar hingga terjadi tabrakan.
Cara menghindar kesalahan :
- kecuali anda memiliki kepercayaan penuh terhdp teman2 kelompok berkendara di sekitar anda, tetaplah dalam formasi dan memberi ruang gerak yg banyak utk mereka, jangan coba2 menerka apa aksi dan manuver yg akan mereka lakukan.
- beri kejelasan terhadap teman2 kelompok berkendara di sekitar anda bila anda ingin bermanuver, menolehlah dan beri tanda2 yg jelas.
- ketika mendahului, pertimbangkan pula teman2 kelompok berkendara di sekitar yg dibelakang dgn memberi ruang gerak yg cukup. jika mengikuti motor lain, jangan dasari gerak mendahului anda dgn motor yg ada didepan.
6. Tragedi Putaran (Turn Tragedy)
Ada beberapa kecelakaan yg melibatkan kendaraan yg memutar di U-Turn dgn pengendara motor yg melaju dari arah lawan. Pengendara motor biasanya jarang disalahkan terhadap jenis kecelakaan ini, tapi tetaplah berhati-hati.
Prediksi dan bereaksi akan kecepatan dan keberadaan kendaraan lain di jalur lawan dari kemungkinan berputar tiba2, jangan percaya pada lampu sen yg diberikan karena bisa terjadi kesalahpahaman (seperti ketika berputar memberi sen kanan, tiba setelah dijalur lawan masuk ke kiri jalur).
Beri ruang gerak jika nampaknya kendaraan dari arah lawan akan berputar, jika mendahului di satu jalur yg padat merayap, kendaraan yg antri didepan biasanya bermanuver kekanan mencari celah jalan didepannya.
7. Tabrakan belakang (Rear-end Wreck)
Melaju kencang di belakang kendaraan lain sepertinya terdengar bodoh ya? bisa jadi, tapi mengejutkan, terhitung 10% kecelakan bermotor dalam 9 grup contoh kecelakaan fatal dan menurut status, pengendara motor biasanya banyak disalahkan dalam kecelakaan jenis ini daripada kecelakan jenis lain, juga menunjukan terjadi pada pengendara motor yg masih muda, laki laki dan mengendarai motor yg kecil.
Perhatikan jalan didepan, jangan terganggu dgn "pemandangan" yg ada disekitar, bereaksilah segera terhadap lampu rem yg menyala didepan atau tanda2 yg menyebabkan terjadinya kelambatan didepan.
Kenali rem motor anda, banyak pengendara motor tak menyadari potensi akan rem motor mereka, sering2 lah tes rem mendadak dan kuat rem motor anda di empat yg sepi dan beraspal bagus utk mengetahui seberapa cepat motor anda berhenti, jangan berhenti mencoba pada tes pertama, terus lah mencoba, usahakan berangsur angsur hingga didapatkan perhentian yg maksimal.
Kesalahan dalam Percobaan (Error on Trial)
Kecelakaan tidak begitu saja terjadi, ada sebabnya. Kesalahan manusia menjadi faktor utama. Berlawanan dari opini populer yg ada, tak semua
kecelakaan disebabkan oleh pengemudi mobil, pengendara motorpun berbuat kesalahan. Dari Error on Trial yg dilakukan didapat data sbb :
Mobil
- gagal melihat dgn semestinya 18%
- gagal memutuskan10%
- kecerobohan 9%
- manuver yg buruk 8%
- kehilangan kendali 8%
Motor
- kehilangan kendali 14%
- gagal melihat dgn semestinya 14%
- gagal memutuskan10%
- manuver yg buruk 10%
- kecerobohan 9%
-------------------------------------------------------------
artikel investigasi khusus ini disadur bebas dari kolom Feature "Stop Crashing" Superbike Magazine edisi April 2007 halaman 62, berjudul
"7 Deadly Bins and How to Avoid them", ditulis oleh Dave Bradford, foto oleh Graeme Brown & ilustrasi oleh Huw Williams.
1. Perpotongan Jalur Berbahaya (Junction Jeopardy)
Pembunuh nomor satu, tabrakan di perpotongan jalur selalu sama dan berakibat serius, dapat terjadi pada siapa saja yg biasanya pengendara lain yg terlibat mengklaim bahwa mereka tak melihat ada motor datang, meskipun begitu pengendara motor bisa menghindari dgn defensive riding dan tetap awas.
Apa yg salah :
Pengendara motor berjalan di belakang sebuah mobil, ketika mobil tsb belok kiri, motor melaju bermanuver melewati mobil tsb di sisi kanan, ternyata dari arah kiri ada mobil lain yg melaju baik lurus maupun belok kanan/kiri.
Cara menghindar kesalahan :
- jangan pernah mendahului dari kanan dimana bisa jadi ada kendaraan masuk/belok di jalur anda tanpa peringatan, dahului dari kanan bila jelas2 perpotongan jalur tsb bersih dan aman tak ada kendaraan lain.
- masuki tiap perpotongan jalur dgn sebanyak mungkin penglihatan dan informasi, perhatikan posisi kendaraan dan lampu2 sen, tapi jangan menyimpulkan apa2. Nantikan yg tidak dinanti nanti.
- tanyakan pada diri sendiri "sudahkah saya terlihat?", pastikan anda di garis lihat pengendara mobil, kalau perlu terjadi kontak mata, bila ragu2 siapkan yg terburuk.
2. Tikungan yg Kacau (Cornering Chaos)
Jujur saja, tewas ditikungan adalah mati konyol, karena bisa dihindari dan tak ada alasan yg pantas utk itu. Tetap hidup, dlm kasus ini sangat sederhana, berkendaralah dgn keterbatasan anda. Status membuktikan bahwa pengendara motor tak berpengalaman atau yg sudah lama tak bawa motor adalah yg terbanyak mendapatkan kecelakaan ini, yg mengejutkan adalah terjadi meski jalan tidak basah.
Apa yg salah :
Pengendara motor memasuki tikungan terlalu cepat hingga gagal prediksi radius tikungan dan tak sempat melihat keadaan di ujung tikungan lalu berada di garis tikung yg tdk tepat hingga terlalu dekat dgn jalur arah lawan dan gagal menikung dgn benar hingga panik (ada yg menurunkan gas dan mengerem) hingga ketika keluar tikungan motor malah lari jauh ke arah lawan hingga bertabrakan dgn kendaraan dari depannya.
Cara menghindar kesalahan :
- rem dan atur posisi gigi segera, atur kecepatan hingga bisa merubah jalur menikung bila diperlukan, perhatikan keadaan tikungan bila ada tanda2 marka jalan kemana arah tikungan tsb.
- masuki garis tikungan dgn penglihatan terbaik utk melewatinya - bukan garis tikungan balapan, dgn menyisakan ruang antara anda dan kendaraan dari arah lawan.
- jika tiba2 tikungan menyempit (baik keadaan jalan maupun ada kendaraan lain), jangan panik, karena panik bisa membuat motor hilang kendali.
3. Mendahului yg Kebablasan (Overtaking Oblivion)
Tabrakan ketika mendahului adalah kasus paling banyak ke tiga dlm kecelakan motor, meskipun si pengendara motor biasa dan bisa mendahului kendaraan yg melaju lebih lambat.
Apa yg salah :
Pengendara motor melaju terlalu dekat pada kendaraan didepannya hingga banting setir kekanan dan berusaha mendahuluinya, ternyata didepan kendaraan tsb ada kendaraan lagi hingga si pengendara motor berusaha melewati keduanya, karena salah perhitungan dan salah atur jarak lalu keluar jalur masuki arah lawan dgn tak ada waktu dan jarak lagi utk pindah jalur hingga terjadilah tabrakan dgn kendaraan dari arah lawan.
Cara menghindar kesalahan :
- kunci mendahului adalah perencanaan yg matang, jangan gak sabaran, terburu2 atau agresif, posisikan diri anda dgn penglihatan terbaik kearah jalan didepan, pastikan posisi gigi yg pas utk menaikkan akselerasi.
- perhatikan jalan didepan dgn seksama, adakah hal2 yg berpotensi bahaya? jika ada sedikit saja keraguan di hati, jangan mendahului!, karena sebentaran saja anda dapat lagi kesempatan utk mendahului.
- lihat kaca spion dan area yg tak nampak di kaca spion lalu nyalakan lampu sen dan segera mendahului secepat dan semulus mungkin, ambil segera jalur semula dan jaga ruang antara anda dan kendaraan lain seluas mungkin.
4. Pemilahan yg Rusak (Filtering F**k-Up)
Bisa memilah melaju melewati kendaran2 di jalanan yg ramai adalah praktis maju yg terbesar dalam mengendarai motor sekaligus berbahaya.
Apa yg salah :
Pengendara motor melaju terlalu cepat di jalur 2 atau 3 dgn estimasi kecepatan 45kpj lebih cepat dari kendaran lain disekitarnya yg akan didahului, tiba2 salah satu kendaraan bermanuver pindah jalur tepat didepannya hingga si pengendara motor tak bisa menghindarinya dan terjadilah tabrakan.
Cara menghindar kesalahan :
- berkendaralah dgn kecepatan yg memungkinkan anda utk berhenti atau bermanuver dgn tepat, disarankan jangan lebih dari 15kpj dari kendaraan lain disekitar yg akan didahului.
- duduk tegak dan fokus terhadap jalan didepan, perhatikan tanda2 yg berpotensi bahaya, awas terhadap lampu2 sen kendaraan lain, perempatan2, pejalan kaki yg nyebrang dll, sisakan ruangan antara anda dan kendaraan lain.
5. Berkendara kelompok yg Berdukacita (Group Riding Grief)
Berkendara dgn teman2 bisa menyenangkan sekaligus dapat menimbulkan masalah. Berkendara kelompok tdk termasuk dlm catatan resmi kasus kecelakaan bermotor, tapi secara tetap tercatat sbg faktor penyumbang yg tidak bisa diabaikan. Porblem terbesar adalah si pengendara motor beresiko kecelakaan karena keinginan utk show off atau pamer kebisaanya bermotor didepan teman2nya. Berkendaralah dgn kenyamanan anda sendiri, jangan terpancing oleh ulah teman anda.
Apa yg salah :
4 motor atau lebih berkendara kelompok, dgn 3 motor di belakang sebuah kendaraan lain dan satu motor didepan kendaraan lain tsb sekalgus di belakang kendaraan lain, satu dari 3 motor dibelakang mencoba mendahului, tiba2 satu motor didepan tsb juga mendahului kendaraan didepannya tanpa memberi tanda dan tak melihat spion, motor yg dibelakangnya tak sempat menghindar hingga terjadi tabrakan.
Cara menghindar kesalahan :
- kecuali anda memiliki kepercayaan penuh terhdp teman2 kelompok berkendara di sekitar anda, tetaplah dalam formasi dan memberi ruang gerak yg banyak utk mereka, jangan coba2 menerka apa aksi dan manuver yg akan mereka lakukan.
- beri kejelasan terhadap teman2 kelompok berkendara di sekitar anda bila anda ingin bermanuver, menolehlah dan beri tanda2 yg jelas.
- ketika mendahului, pertimbangkan pula teman2 kelompok berkendara di sekitar yg dibelakang dgn memberi ruang gerak yg cukup. jika mengikuti motor lain, jangan dasari gerak mendahului anda dgn motor yg ada didepan.
6. Tragedi Putaran (Turn Tragedy)
Ada beberapa kecelakaan yg melibatkan kendaraan yg memutar di U-Turn dgn pengendara motor yg melaju dari arah lawan. Pengendara motor biasanya jarang disalahkan terhadap jenis kecelakaan ini, tapi tetaplah berhati-hati.
Prediksi dan bereaksi akan kecepatan dan keberadaan kendaraan lain di jalur lawan dari kemungkinan berputar tiba2, jangan percaya pada lampu sen yg diberikan karena bisa terjadi kesalahpahaman (seperti ketika berputar memberi sen kanan, tiba setelah dijalur lawan masuk ke kiri jalur).
Beri ruang gerak jika nampaknya kendaraan dari arah lawan akan berputar, jika mendahului di satu jalur yg padat merayap, kendaraan yg antri didepan biasanya bermanuver kekanan mencari celah jalan didepannya.
7. Tabrakan belakang (Rear-end Wreck)
Melaju kencang di belakang kendaraan lain sepertinya terdengar bodoh ya? bisa jadi, tapi mengejutkan, terhitung 10% kecelakan bermotor dalam 9 grup contoh kecelakaan fatal dan menurut status, pengendara motor biasanya banyak disalahkan dalam kecelakaan jenis ini daripada kecelakan jenis lain, juga menunjukan terjadi pada pengendara motor yg masih muda, laki laki dan mengendarai motor yg kecil.
Perhatikan jalan didepan, jangan terganggu dgn "pemandangan" yg ada disekitar, bereaksilah segera terhadap lampu rem yg menyala didepan atau tanda2 yg menyebabkan terjadinya kelambatan didepan.
Kenali rem motor anda, banyak pengendara motor tak menyadari potensi akan rem motor mereka, sering2 lah tes rem mendadak dan kuat rem motor anda di empat yg sepi dan beraspal bagus utk mengetahui seberapa cepat motor anda berhenti, jangan berhenti mencoba pada tes pertama, terus lah mencoba, usahakan berangsur angsur hingga didapatkan perhentian yg maksimal.
Kesalahan dalam Percobaan (Error on Trial)
Kecelakaan tidak begitu saja terjadi, ada sebabnya. Kesalahan manusia menjadi faktor utama. Berlawanan dari opini populer yg ada, tak semua
kecelakaan disebabkan oleh pengemudi mobil, pengendara motorpun berbuat kesalahan. Dari Error on Trial yg dilakukan didapat data sbb :
Mobil
- gagal melihat dgn semestinya 18%
- gagal memutuskan10%
- kecerobohan 9%
- manuver yg buruk 8%
- kehilangan kendali 8%
Motor
- kehilangan kendali 14%
- gagal melihat dgn semestinya 14%
- gagal memutuskan10%
- manuver yg buruk 10%
- kecerobohan 9%
-------------------------------------------------------------
artikel investigasi khusus ini disadur bebas dari kolom Feature "Stop Crashing" Superbike Magazine edisi April 2007 halaman 62, berjudul
"7 Deadly Bins and How to Avoid them", ditulis oleh Dave Bradford, foto oleh Graeme Brown & ilustrasi oleh Huw Williams.
New Website YJOC
Dear all!
Rekan-rekan pengurus klub/komunitas motor/rekanan yang terhormat.
Memasuki usia tiga pada tahun ini Yamaha Jupiter Owners Community [YJOC] memiliki website baru dengan alamat [url]www.yjoc.web.id[/url]
Semoga dengan website baru yang dibuat dengan semangat yang baru, semakin memperkokoh kami dalam dunia bikers di Indonesia dan semakin mengedepankan rasa brotherhood antar sesama bikers.
Bagi klub/komunitas yang sebelumnya telah memasang link web YJOC di web nya masing-masing mohon agar dapat diperbaharui ke web kami yang baru.
Dan bagi rekan klub/komunitas yang ingin bertukar link brotherhood atau rekan-rekan lainnya yang ingin bekerjasama dengan memasang banner di website kami, dipersilahkan untuk menghubungi kami di [mail]webmaster@yjoc.web.id[/mail] dan [mail]pengurus@yjoc.web.id[/mail]
Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga semakin maju dan jaya dunia bikers di Indonesia
Salam bikers!
Rekan-rekan pengurus klub/komunitas motor/rekanan yang terhormat.
Memasuki usia tiga pada tahun ini Yamaha Jupiter Owners Community [YJOC] memiliki website baru dengan alamat [url]www.yjoc.web.id[/url]
Semoga dengan website baru yang dibuat dengan semangat yang baru, semakin memperkokoh kami dalam dunia bikers di Indonesia dan semakin mengedepankan rasa brotherhood antar sesama bikers.
Bagi klub/komunitas yang sebelumnya telah memasang link web YJOC di web nya masing-masing mohon agar dapat diperbaharui ke web kami yang baru.
Dan bagi rekan klub/komunitas yang ingin bertukar link brotherhood atau rekan-rekan lainnya yang ingin bekerjasama dengan memasang banner di website kami, dipersilahkan untuk menghubungi kami di [mail]webmaster@yjoc.web.id[/mail] dan [mail]pengurus@yjoc.web.id[/mail]
Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga semakin maju dan jaya dunia bikers di Indonesia
Salam bikers!
Thursday, June 19, 2008
Perpanjan SIM di Mall...
Rabu, 18 juni 2008 saya berangkat ke Polsek Kemayoran, Jakarta Pusat di dekat rumah saya, bermaksud melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C saya yang habis pada tanggal 25 Juni nanti (wah ketauan dong ulang taun gw…hehehe)
Berangkat dari rumah jam delapan pagi, berharap mendapat antrian awal-awal dengan harapan bisa ke kantor tidak terlalu siang. Sesampainya di Polsek, jam delapan lewat limabelas menit, sudah ada sekitar 4 orang yang sepertinya juga akan memperpanjang SIM tapi….setelah melihat ke loket saya jadi agak curiga karena loket pendaftaran perpanjangan SIM masih dalam keadaan tutup. “Mati lampu pak!” ucap seorang bapak kepada saya, sepertinya bapak itu pegawai yang bekerja di loket tersebut. “Baru aja mati lampu tadi jam delapan, biasanya sih ga lama pak” tambah bapak tersebut. Saya pun memutuskan untuk menunggu lampu menyala bersama yang lainnya.
Kemudian datang seorang Polisi bernama Sudibyo yang menawarkan agar pergi ke Polsek Jakarta Utara di jalan Gorontalo, Tanjung Priok….wuiiih jauh dan juga tanggung piker saya, karena saya sudah lumayan menunggu lama disitu, jam sembilan lewat limabelas, listrik belum juga menyala…Polsek tidak punya genset pak? Tanya saya ke Pak Dibyo…dijawab, “mana ada dananya pak?” waktu itu dikirim hanya perangkat komputer dan servernya saja….
heran, kok bisa kantor Polsek yang juga merupakan lembaga pelayanan masyarakat tidak punya Genset agar pelayanan ke masyarakat dapat tetap berjalan walaupun listrik padam.
Saya menelpon sana sini untuk menanyakan lokasi Samsat keliling, dan didapat informasi kalo mobil Samsat keliling yang terdekat ada di Megamall Pluit…heemmmm lebih jauh lagi…trus saya teringat satu berita yang memberitakan bahwa Samsat membuka gerai samsat dan SIM di salah satu mall di Jakarta, namun saya lupa dimana? Akhirnya saya telpon 108 dan menanyakan, lokasi gerai samsat dan SIM tersebut, agak bingung juga si operator ditanya dimana lokasi gerai samsat dan SIM yang ada di Mall di Jakarta…hehehe, mungkin dia search dengan keyword gerai samsat dan SIM, akhirnya didapat informasi bahwa gerai samsat dan SIM ada di Mall Artha Gading…wah, alhamdulillah, lokasinya dekat nich, pikir saya, saya pun meminta nomor telponnya dan didapatlah nomor telponnya kemudian saya menelpon dan menanyakan jam bukanya, didapat info bahwa operasional gerai samsat dan SIM baru dibuka jam sepuluh sesuai operasional Mall, kemudian saya pun memutuskan untuk segera berangkat ke Mall Artha Gading, saat itu waktu sudah menunjukkan jam sepuluh kurang sepuluh menit, perkiraan saya cukup untuk sampai di MAG pas jam buka Mall. Saya pun segera bergegas dengan menaiki Yamaha Mio Soul kesayangan saya…(hehehe iklan Yamaha nich…)
Benar saja, saya tiba pukul sepuluh lebih limabelas menit, kemudian saya parkirkan Soul saya di lokasi parkir motor yang luas namun terbuka (outdoor), panas sangat menyengat saat itu dan badan berkeringat,…pikir saya, wah ganteng lagi nih gue, apalagi kan perpanjang SIM harus difoto lagi…
Lalu saya bertanya ke security di lantai berapa Gerai Samsat, didapat jawaban ada di lantai 1 seberangnya Ace Hardware…kemudian saya pun bergegas…dan akhirnya saya tiba di lokasi, kaget juga sich…ternyata orangnya sangat banyak dan antriannya juga cukup panjang, sementara counter-counter lainnya masih tutup, counter Gerai Samsat ini sudah dikerubungi orang-orang, terlihat beberapa orang sedang mengisi formulir di luar counter gerai dikarenakan counter yang tidak terlalu luas…saya pun masuk ke counter yang pertama dimana terdapat ATM Bank DKI…saya pun bertanya ke salah satu orang yang sedang mengantri, pak kalo untuk perpanjang SIM disini juga? Lalu saya dapat jawaban, oh, bukan pak (sempet kaget, yah masalah lagi nich…) trus orang itu meneruskan jawabannya, di sebelah pak, toko sebelah hehehe toko? Maksudnya counter kali yaah….saya pun keluar lagi dari ruangan tersebut dan masuk ke ruangan sebelahnya…ternyata disini lebih nyaman, hanya ada lima orang yang sedang menunggu SIM nya jadi, saya pun masuk dan ke bagian pendaftaran, saya diberikan dua buah formulir pendaftaran perpanjangan SIM A dan SIM C kemudian saya dipersilahkan menunggu nama saya dipanggil untuk difoto, sidik jari dan tanda tangan….
Nah disini saya menunggu nama saya dipanggil lama juga yaa…., bayangin mulai dari saya mengisi formulir jam sepuluh lewat tigapuluh menit sampai nama saya dipanggil pada jam setengah duabelas siang…huuuuh satu jam!!
Tanya sana sini, kenapa bisa lama…akhirnya dapat jawaban dari petugas yang melakukan pengambilan foto, sidik jari dan tanda tangan, ternyata system komputernya mengalami gangguan, proses pengambilan foto, sidik jari dan tanda tangan sebenarnya sudah modern dimana menggunakan kamera digital, fingerprint dan signature machine yang sudah terintegrasi jadi satu….tapi…..yaahhhh….namanya trouble….capeee deeeeh….. proses untuk pembuatan dua buah SIM yang seharusnya cukup dengan sekali sidik jari dan foto, namun harus dua kali processing, artinya saya difoto dua kali dan sidik jari dua kali, hanya proses tanda tangan saja yang tidak bermasalah ….dan ternyata lima orang lainnya sebelum saya juga mengurus untuk perpanjangan dua SIM juga….iihhh…pantes aja lama bener nunggunya….
Tapi walaupun lama namun saya cukup merasa nyaman menunggu karena ruangan yang dingin ber-AC serta pemandangan di luar counter yang cukup menyejukkan mata manakala SPG-SPG mall mulai berdatangan hehehehe....lagi asyik memperhatikan salah satu pengunjung yang baru datang untuk ngurus SIM juga …nama saya dipanggil bahwa SIM saya sudah jadi, dan saya pun beranjak ke bagian pembayaran lalu petugas disitu menyebutkan nominal dua ratus ribu rupiah untuk dua SIM…saya pun membayar dan pas saya tanya, ada kwitansinya ngga pak? Hehehe…petugas tersebut sambil tersenyum, “yaa…ngga ada pak”…ya sudahlah…akhirnya saya menerima dua buah SIM A dan SIM C serta kartu asuransi yang sudah di-laminating…setelah saya cek semua dan data-datanya benar akhirnya saya pun beranjak keluar counter gerai samsat dan menuju parkiran untuk segera berangkat ke kantor…..jam satu siang saya tiba di kantor saya di kawasan Simatupang, Jakarta Selatan…alhamdulillah urusan saya selesai…namun masih ada lagi urusan lainnya yaitu perpanjangan STNK motor saya yang lain, Yamaha Jupiter (lagi-lagi Yamaha…) yang sudah habis lima tahun, harus cek fisik di Samsat pula…. hemmm kali ini rencananya, saya percayakan pengurusan perpanjangan Jupiter saya dengan biro jasa yang sudah bekerjasama dengan kantor saya….supaya saya juga tidak capek-capek….hehehehe….
Berangkat dari rumah jam delapan pagi, berharap mendapat antrian awal-awal dengan harapan bisa ke kantor tidak terlalu siang. Sesampainya di Polsek, jam delapan lewat limabelas menit, sudah ada sekitar 4 orang yang sepertinya juga akan memperpanjang SIM tapi….setelah melihat ke loket saya jadi agak curiga karena loket pendaftaran perpanjangan SIM masih dalam keadaan tutup. “Mati lampu pak!” ucap seorang bapak kepada saya, sepertinya bapak itu pegawai yang bekerja di loket tersebut. “Baru aja mati lampu tadi jam delapan, biasanya sih ga lama pak” tambah bapak tersebut. Saya pun memutuskan untuk menunggu lampu menyala bersama yang lainnya.
Kemudian datang seorang Polisi bernama Sudibyo yang menawarkan agar pergi ke Polsek Jakarta Utara di jalan Gorontalo, Tanjung Priok….wuiiih jauh dan juga tanggung piker saya, karena saya sudah lumayan menunggu lama disitu, jam sembilan lewat limabelas, listrik belum juga menyala…Polsek tidak punya genset pak? Tanya saya ke Pak Dibyo…dijawab, “mana ada dananya pak?” waktu itu dikirim hanya perangkat komputer dan servernya saja….
heran, kok bisa kantor Polsek yang juga merupakan lembaga pelayanan masyarakat tidak punya Genset agar pelayanan ke masyarakat dapat tetap berjalan walaupun listrik padam.
Saya menelpon sana sini untuk menanyakan lokasi Samsat keliling, dan didapat informasi kalo mobil Samsat keliling yang terdekat ada di Megamall Pluit…heemmmm lebih jauh lagi…trus saya teringat satu berita yang memberitakan bahwa Samsat membuka gerai samsat dan SIM di salah satu mall di Jakarta, namun saya lupa dimana? Akhirnya saya telpon 108 dan menanyakan, lokasi gerai samsat dan SIM tersebut, agak bingung juga si operator ditanya dimana lokasi gerai samsat dan SIM yang ada di Mall di Jakarta…hehehe, mungkin dia search dengan keyword gerai samsat dan SIM, akhirnya didapat informasi bahwa gerai samsat dan SIM ada di Mall Artha Gading…wah, alhamdulillah, lokasinya dekat nich, pikir saya, saya pun meminta nomor telponnya dan didapatlah nomor telponnya kemudian saya menelpon dan menanyakan jam bukanya, didapat info bahwa operasional gerai samsat dan SIM baru dibuka jam sepuluh sesuai operasional Mall, kemudian saya pun memutuskan untuk segera berangkat ke Mall Artha Gading, saat itu waktu sudah menunjukkan jam sepuluh kurang sepuluh menit, perkiraan saya cukup untuk sampai di MAG pas jam buka Mall. Saya pun segera bergegas dengan menaiki Yamaha Mio Soul kesayangan saya…(hehehe iklan Yamaha nich…)
Benar saja, saya tiba pukul sepuluh lebih limabelas menit, kemudian saya parkirkan Soul saya di lokasi parkir motor yang luas namun terbuka (outdoor), panas sangat menyengat saat itu dan badan berkeringat,…pikir saya, wah ganteng lagi nih gue, apalagi kan perpanjang SIM harus difoto lagi…
Lalu saya bertanya ke security di lantai berapa Gerai Samsat, didapat jawaban ada di lantai 1 seberangnya Ace Hardware…kemudian saya pun bergegas…dan akhirnya saya tiba di lokasi, kaget juga sich…ternyata orangnya sangat banyak dan antriannya juga cukup panjang, sementara counter-counter lainnya masih tutup, counter Gerai Samsat ini sudah dikerubungi orang-orang, terlihat beberapa orang sedang mengisi formulir di luar counter gerai dikarenakan counter yang tidak terlalu luas…saya pun masuk ke counter yang pertama dimana terdapat ATM Bank DKI…saya pun bertanya ke salah satu orang yang sedang mengantri, pak kalo untuk perpanjang SIM disini juga? Lalu saya dapat jawaban, oh, bukan pak (sempet kaget, yah masalah lagi nich…) trus orang itu meneruskan jawabannya, di sebelah pak, toko sebelah hehehe toko? Maksudnya counter kali yaah….saya pun keluar lagi dari ruangan tersebut dan masuk ke ruangan sebelahnya…ternyata disini lebih nyaman, hanya ada lima orang yang sedang menunggu SIM nya jadi, saya pun masuk dan ke bagian pendaftaran, saya diberikan dua buah formulir pendaftaran perpanjangan SIM A dan SIM C kemudian saya dipersilahkan menunggu nama saya dipanggil untuk difoto, sidik jari dan tanda tangan….
Nah disini saya menunggu nama saya dipanggil lama juga yaa…., bayangin mulai dari saya mengisi formulir jam sepuluh lewat tigapuluh menit sampai nama saya dipanggil pada jam setengah duabelas siang…huuuuh satu jam!!
Tanya sana sini, kenapa bisa lama…akhirnya dapat jawaban dari petugas yang melakukan pengambilan foto, sidik jari dan tanda tangan, ternyata system komputernya mengalami gangguan, proses pengambilan foto, sidik jari dan tanda tangan sebenarnya sudah modern dimana menggunakan kamera digital, fingerprint dan signature machine yang sudah terintegrasi jadi satu….tapi…..yaahhhh….namanya trouble….capeee deeeeh….. proses untuk pembuatan dua buah SIM yang seharusnya cukup dengan sekali sidik jari dan foto, namun harus dua kali processing, artinya saya difoto dua kali dan sidik jari dua kali, hanya proses tanda tangan saja yang tidak bermasalah ….dan ternyata lima orang lainnya sebelum saya juga mengurus untuk perpanjangan dua SIM juga….iihhh…pantes aja lama bener nunggunya….
Tapi walaupun lama namun saya cukup merasa nyaman menunggu karena ruangan yang dingin ber-AC serta pemandangan di luar counter yang cukup menyejukkan mata manakala SPG-SPG mall mulai berdatangan hehehehe....lagi asyik memperhatikan salah satu pengunjung yang baru datang untuk ngurus SIM juga …nama saya dipanggil bahwa SIM saya sudah jadi, dan saya pun beranjak ke bagian pembayaran lalu petugas disitu menyebutkan nominal dua ratus ribu rupiah untuk dua SIM…saya pun membayar dan pas saya tanya, ada kwitansinya ngga pak? Hehehe…petugas tersebut sambil tersenyum, “yaa…ngga ada pak”…ya sudahlah…akhirnya saya menerima dua buah SIM A dan SIM C serta kartu asuransi yang sudah di-laminating…setelah saya cek semua dan data-datanya benar akhirnya saya pun beranjak keluar counter gerai samsat dan menuju parkiran untuk segera berangkat ke kantor…..jam satu siang saya tiba di kantor saya di kawasan Simatupang, Jakarta Selatan…alhamdulillah urusan saya selesai…namun masih ada lagi urusan lainnya yaitu perpanjangan STNK motor saya yang lain, Yamaha Jupiter (lagi-lagi Yamaha…) yang sudah habis lima tahun, harus cek fisik di Samsat pula…. hemmm kali ini rencananya, saya percayakan pengurusan perpanjangan Jupiter saya dengan biro jasa yang sudah bekerjasama dengan kantor saya….supaya saya juga tidak capek-capek….hehehehe….
Saturday, June 14, 2008
Nelayan menjala ikan...
Minggu 1 juni 2008 saya dan empat rekan sekantor masih berada di Padang, sumatra barat. Kali ini kami tidak kemana-mana, selesai sarapan pagi yang memang sudah agak siang sekitar jam setengah sepuluh, kami berjalan-jalan ke bagian belakang hotel tempat kami menginap, Hotel Pangeran Beach.
Di belakang hotel kami terbentang luas pantai Padang, setelah puas berjalan-jalan di pantai dari kejauhan kami melihat sekumpulan nelayan setempat yang sedang menjala ikan di laut. Kami pun bersepakat untuk mengamati dari dekat karena kami melihat ada suatu metode yang berbeda dari yang dilakukan para nelayan tersebut. Nelayan-nelayan itu tidak menaiki perahu dan menebar jala ikannya namun mereka cukup berada di tepi pantai dan melepas jala ikannya dari tepi pantai. Jala dibiarkan diulur dan dengan sendirinya jala terbawa arus laut hingga ke tengah laut. Tampak satu perahu saja yang ada di laut dengan dua orang diatasnya yang sepertinya bertugas untuk mencari kira-kira dimana banyak ikan dan biota laut lainnya.
Jala ikan pun digelar dengan membentuk lingkaran berbentuk kantung dimana pada bagian bawahnya diberikan pemberat agar dapat tenggelam di air laut dan dibagian atasnya diberikan semacam pelampung agar bagian atas jala tersebut dapat terus mengapung sehingga jala tersebut akan dengan sendirinya terbuka di bawah laut dan ikan-ikan serta biota lautnya pun akan memasuki jala tersebut.
Tali jala dipegang oleh lima orang nelayan yang bertugas memegang sekaligus menahan jala tersebut agar jala tidak hanyut ke laut. Dari info yang kami dapatkan, para nelayan tersebut sudah menggelar jalanya sejak jam tujuh pagi. Cukup lama kami menunggu kapan jala tersebut akan mulai ditarik ke tepi pantai. Kami pun menunggu sambil foto-foto dengan mengabadikan obyek-obyek yang ada di tepi pantai.
Tak terasa setelah kami foto-foto, waktu sudah menunjukkan pukul satu siang dan terlihat mulai ada pergerakan dari nelayan-nelayan tersebut. Tampak lima orang nelayan tersebut mengambil posisi seperti satu regu tarik tambang dalam perlombaan tarik tambang. Mereka menarik tali jala ikan tersebut dan secara bergantian posisi nelayan yang ada paling belakang berganti ke posisi paling depan untuk menarik jala, terus begitu sampai dengan sore kira-kira waktu sudah menunjukkan jam empat sore. Lama juga yah nunggunya...
Kantung jala ikan pun akhirnya mulai terlihat ke permukaan laut, tampak seperti benda besar yang diangkat dari bawah permukaan laut, kami pun berusaha untuk lebih dekat melihat apa yang ada didalam kantung jala tersebut. Perlahan demi perlahan akhirnya mulai tampak apa yang ada di dalam kantung jala tersebut...sebuah keprihatinan yang mendalam....dari dalam jala tersebut sangat banyak sampah darat yang tidak bisa diuraikan dan pastinya dibuang oleh manusia yang tidak mengerti atau pura-pura tidak mengerti, masa bodoh, bayangkan dari laut yang membentang luas itu bisa ada sampah-sampah seperti....mmm....dari mulai kemasan makanan ringan sampai dengan, maaf, bungkus pembalut wanita ada di dalam kantung jala tersebut...heemmmm...
Kami mengamati jenis ikan dan biota laut apa saja yang berhasil ditangkap nelayan-nelayan tersebut...beberapa jenis ikan masuk ke jala tersebut, dari hasil pengamatan kami yang paling banyak masuk ke jala adalah ikan tenggiri...nelayan-nelayan tersebut dan warga sekitar pun merapat dan mengelilingi jala tersebut dan setelah dijemur beberapa saat akhirnya jala tersebut dibuka dan dipilah nelayan dan rekan-rekannya, terlihat beberapa rekan dari nelayan tersebut yang membawa baskom untuk menempatkan ikan-ikan tersebut setelah dikeluarkan dari jala. dari tanya-tanya yang kita lakukan ke nelayan tersebut, ternyata ikan-ikan tersebut dipilah-pilah mana ikan yang bisa dijual atau laku di pasaran dan mana ikan yang tidak bisa dijual, oh ya ada juga juga biota laut lainnya dan cukup banyak masuk jala yakni ubur-ubur...dan yang jelas setahu saya ubur-ubur ngga bakal laku dijual, hehehe...
Akhirnya setelah seharian kami mengamati nelayan menjala ikan dengan metode yang bisa saya bilang sangat tradisional ini, saya pun mengajak rekan-rekan untuk kembali ke hotel karena waktu pun sudah menjelang pukul enam sore...sebenarnya kami masih ingin menunggu sunset tapi karena kami sudah capek akhirnya kami pulang ke hotel....mmmm....saya mendapat hikmah dari pengalaman yang saya peroleh hari ini, bahwa yang namanya hidup dibutuhkan pengorbanan, diperlukan jiwa dan raga yang kuat, yang mampu menyediakan waktu dan tenaga seperti pengorbanan yang dilakukan nelayan-nelayan tersebut, perjuangan demi menyambung hidup guna mencari nafkah bagi dirinya dan keluarganya, seharian dari pagi sampai sore ditemani dengan sinar terik matahari, walau hasil yang didapat tidak seberapa malah lebih banyak sampah yang didapat, namun mereka tetap menjalani kehidupan seperti itu sebagai suatu kewajiban....saya harusnya bisa lebih bersyukur kepada Allah SWT karena saya diberikan pekerjaan yang jauh lebih nyaman, duduk di ruang kerja yang nyaman dan dingin seharian, ketika saya dinas luar kota saya bisa menginap di hotel dengan segala fasilitasnya...hmmm...”ya Allah, berkahilah kami, ridhoi – lah pekerjaan kami semua, hasil yang bermanfaat bagi kami...ya Allah terima kasih....amiiin...”
Di belakang hotel kami terbentang luas pantai Padang, setelah puas berjalan-jalan di pantai dari kejauhan kami melihat sekumpulan nelayan setempat yang sedang menjala ikan di laut. Kami pun bersepakat untuk mengamati dari dekat karena kami melihat ada suatu metode yang berbeda dari yang dilakukan para nelayan tersebut. Nelayan-nelayan itu tidak menaiki perahu dan menebar jala ikannya namun mereka cukup berada di tepi pantai dan melepas jala ikannya dari tepi pantai. Jala dibiarkan diulur dan dengan sendirinya jala terbawa arus laut hingga ke tengah laut. Tampak satu perahu saja yang ada di laut dengan dua orang diatasnya yang sepertinya bertugas untuk mencari kira-kira dimana banyak ikan dan biota laut lainnya.
Jala ikan pun digelar dengan membentuk lingkaran berbentuk kantung dimana pada bagian bawahnya diberikan pemberat agar dapat tenggelam di air laut dan dibagian atasnya diberikan semacam pelampung agar bagian atas jala tersebut dapat terus mengapung sehingga jala tersebut akan dengan sendirinya terbuka di bawah laut dan ikan-ikan serta biota lautnya pun akan memasuki jala tersebut.
Tali jala dipegang oleh lima orang nelayan yang bertugas memegang sekaligus menahan jala tersebut agar jala tidak hanyut ke laut. Dari info yang kami dapatkan, para nelayan tersebut sudah menggelar jalanya sejak jam tujuh pagi. Cukup lama kami menunggu kapan jala tersebut akan mulai ditarik ke tepi pantai. Kami pun menunggu sambil foto-foto dengan mengabadikan obyek-obyek yang ada di tepi pantai.
Tak terasa setelah kami foto-foto, waktu sudah menunjukkan pukul satu siang dan terlihat mulai ada pergerakan dari nelayan-nelayan tersebut. Tampak lima orang nelayan tersebut mengambil posisi seperti satu regu tarik tambang dalam perlombaan tarik tambang. Mereka menarik tali jala ikan tersebut dan secara bergantian posisi nelayan yang ada paling belakang berganti ke posisi paling depan untuk menarik jala, terus begitu sampai dengan sore kira-kira waktu sudah menunjukkan jam empat sore. Lama juga yah nunggunya...
Kantung jala ikan pun akhirnya mulai terlihat ke permukaan laut, tampak seperti benda besar yang diangkat dari bawah permukaan laut, kami pun berusaha untuk lebih dekat melihat apa yang ada didalam kantung jala tersebut. Perlahan demi perlahan akhirnya mulai tampak apa yang ada di dalam kantung jala tersebut...sebuah keprihatinan yang mendalam....dari dalam jala tersebut sangat banyak sampah darat yang tidak bisa diuraikan dan pastinya dibuang oleh manusia yang tidak mengerti atau pura-pura tidak mengerti, masa bodoh, bayangkan dari laut yang membentang luas itu bisa ada sampah-sampah seperti....mmm....dari mulai kemasan makanan ringan sampai dengan, maaf, bungkus pembalut wanita ada di dalam kantung jala tersebut...heemmmm...
Kami mengamati jenis ikan dan biota laut apa saja yang berhasil ditangkap nelayan-nelayan tersebut...beberapa jenis ikan masuk ke jala tersebut, dari hasil pengamatan kami yang paling banyak masuk ke jala adalah ikan tenggiri...nelayan-nelayan tersebut dan warga sekitar pun merapat dan mengelilingi jala tersebut dan setelah dijemur beberapa saat akhirnya jala tersebut dibuka dan dipilah nelayan dan rekan-rekannya, terlihat beberapa rekan dari nelayan tersebut yang membawa baskom untuk menempatkan ikan-ikan tersebut setelah dikeluarkan dari jala. dari tanya-tanya yang kita lakukan ke nelayan tersebut, ternyata ikan-ikan tersebut dipilah-pilah mana ikan yang bisa dijual atau laku di pasaran dan mana ikan yang tidak bisa dijual, oh ya ada juga juga biota laut lainnya dan cukup banyak masuk jala yakni ubur-ubur...dan yang jelas setahu saya ubur-ubur ngga bakal laku dijual, hehehe...
Akhirnya setelah seharian kami mengamati nelayan menjala ikan dengan metode yang bisa saya bilang sangat tradisional ini, saya pun mengajak rekan-rekan untuk kembali ke hotel karena waktu pun sudah menjelang pukul enam sore...sebenarnya kami masih ingin menunggu sunset tapi karena kami sudah capek akhirnya kami pulang ke hotel....mmmm....saya mendapat hikmah dari pengalaman yang saya peroleh hari ini, bahwa yang namanya hidup dibutuhkan pengorbanan, diperlukan jiwa dan raga yang kuat, yang mampu menyediakan waktu dan tenaga seperti pengorbanan yang dilakukan nelayan-nelayan tersebut, perjuangan demi menyambung hidup guna mencari nafkah bagi dirinya dan keluarganya, seharian dari pagi sampai sore ditemani dengan sinar terik matahari, walau hasil yang didapat tidak seberapa malah lebih banyak sampah yang didapat, namun mereka tetap menjalani kehidupan seperti itu sebagai suatu kewajiban....saya harusnya bisa lebih bersyukur kepada Allah SWT karena saya diberikan pekerjaan yang jauh lebih nyaman, duduk di ruang kerja yang nyaman dan dingin seharian, ketika saya dinas luar kota saya bisa menginap di hotel dengan segala fasilitasnya...hmmm...”ya Allah, berkahilah kami, ridhoi – lah pekerjaan kami semua, hasil yang bermanfaat bagi kami...ya Allah terima kasih....amiiin...”
Subscribe to:
Posts (Atom)



