Wednesday, January 12, 2011

Poloshirt Supporter Timnas (Pre Order)



Harga & Spesifikasi :

Harga : Rp. 100.000,-
Ukuran : All Size : Lebar 48 cm x Tinggi 66 cm
Bahan : Lacoste Katun

Pemesanan dan Pembayaran baca disini

Saturday, June 05, 2010

Dicari Event Organizer



Salam dunia bisnis!

PT. SATUSOLUSI INTERMEDIA UTAMA

MENCARI : Event Organizer, untuk membuat acara skala menengah

Daerah : DKI Jakarta.

Perkenalan perusahaan plus portfolio dikirim via email ke : event@satusolusi.com sebelum 10 Juni 2010


Salam!

Saturday, January 30, 2010

Tips Aman Bertransaksi di ATM

Pembobolan rekening nasabah melalui anjungan tunai mandiri atau ATM di beberapa perbankan membuat resah masyarakat. Berikut ini tips bertranstraksi yang aman di ATM yang dikutip dari berbagai sumber :

∙ Nasabah perlu memastikan bahwa saat memasuki ATM, tidak ada yang membuntuti.

∙ Pastikan juga tidak ada kamera tersembunyi atau benda mencurigakan lainnya di dalam ATM.Biasanya, kamera yang digunakan oleh sindikat kejahatan perbankan berukuran sangat kecil. Bahkan, kamera itu bisa berbentuk stiker dengan diameter sebesar pangkal bolpoin. Karena itu, dia mengimbau agar nasabah mewaspadai atribut promosi yang terdapat di gerai ATM. Dikhawatirkan, atribut ini ditempeli kamera kecil yang bisa digunakan untuk melakukan kejahatan perbankan.Atribut promosi seperti wadah leaflet yang melekat di mesin ATM berpotensi besar dimanfaatkan dalam modus pengintaian para perampok ATM. Di tempat brosur itu bisa ditempeli kamera, atau bisa jadi berbentuk stiker saja juga sudah cukup (untuk mengintai). Bahkan ada yang hanya sebesar korek api.

∙ Pastikan juga lubang tempat memasukkan kartu tidak ada tonjolan. Jika memang ada, maka kemungkinan besar itu adalah reader yang dipasang sindikat untuk mencuri data dan PIN nasabah yang bersangkutan.Kalau ada tonjolan di situ, lebih baik enggak usah narik uang di situ. Digoyang-goyang saja, nanti copot. Kalau mau, kasih ke bank nanti dapat hadiah.

∙ Langkah lainnya adalah melakukan penggantian PIN sesering mungkin.Adapun cara melindungi kerahasiaan PIN antara lain dengan menutup bantalan angka dengan tangan ketika memasukkan PIN sehingga PIN tidak dilihat oleh pihak lain.Selain itu, pemilik tidak terpancing untuk memberikan PIN kepada pihak lain yang seolah-olah merupakan petugas bank dan meminta nasabah untuk menyebutkan atau meng-input nomor PIN.

∙ Nasabah juga diimbau agar memerhatikan kondisi fisik ATM dan sekelilingnya. Bila ada hal-hal yang mencurigakan, nasabah diharapkan tidak menggunakan ATM tersebut dan segera melaporkan kepada pihak bank terdekat dan atau kepada pihak berwajib.

∙ Pada saat bertransaksi menggunakan kartu ATM atau debit pada merchant yang bekerja sama dengan pihak perbankan, nasabah juga diimbau agar memerhatikan kondisi alat electronic data capture atau EDC di setiap merchant tersebut. Bila terdapat alat mencurigakan yang menempel pada EDC atau hal lain yang mencurigakan, nasabah diimbau tidak bertransaksi dan segera melaporkan kepada pihak bank terkait atau kepada pihak berwajib.

∙ Waspadai tombol-tombol dan tempat memasukkan kartu ATM yang di beri semacam lem atau perekat bening sehingga ketika ketika kartu telah dimasukkan berikut paswordnya ,tetapi tombol-tombol termasuk tombol cancel pun tak bisa berfungsi sehingga kartu tertahan di dalam ,dan pada saat seseorang pergi mencari info ke security di situlah aksi pengambilan uang dilakukan oleh OTK, maka ketika hal seperti ini terjadi jangan meninggalkan kartu ATM sebelum anda menghubungi pihak bank untuk memblokir.**

∙ Hubungi call center ketika terjadi masalah tetapi waspadai untuk tidak menghubungi call center palsu yang di tempelkan di sekitar lokasi ATM.**

∙ Pilihlah mesin ATM yang berada di tempat keramaian, seperti di pusat-pusat perbelanjaan atau kantor-kantor yang menyediakan gerai ATM. Karena di tempat tersebut dilengkapi dengan sekuriti.Lebih aman lagi, gunakan mesin ATM yang ada di bank tersebut.

∙ Pastikan di mesin tersebut dilengkapi dengan CCTV. Hal ini untuk mengantisipasi apabila Anda menjadi korban di mesin ATM, pelaku bisa dikenali lewat CCTV. Bila perlu, mintalah teman atau kerabat Anda untuk menemani Anda.

∙ Hindari pengambilan uang yang berlebih, tariklah uang sesuai kebutuhan Anda. Pelaku biasanya mengincar orang yang membawa uang cash dalam jumlah yang banyak.

∙ Setelah Anda melakukan transaksi, sebaiknya Anda masukkan lagi kartu Anda dan masukkan PIN secara acak yang tidak sesuai dengan PIN Anda, lalu batalkan proses transaksi di ATM. Hal ini untuk menghindari kemungkinan PIN tersebut masih “termemori” di mesin ATM.Beberapa pelaku menggunakan modus ini. Pelaku biasanya memasukkan kartu khusus yang bisa melacak PIN.

∙ Setelah transaksi selesai, jangan lupa untuk mengeluarkan kartu ATM Anda, jangan sampai tertinggal di mesin. Dan jangan lupa untuk menyobek struk transaksi Anda atau bila perlu, bawalah serta struk tersebut.Ini agar orang tidak mengincar kita bila ternyata saldo kita banyak.

∙ Bila kartu ATM Anda mengalami masalah atau tertelan, jangan panik. Segera telepon call center bank Anda. Mintalah call center bank untuk memblokir kartu ATM Anda. Jangan terbujuk orang yang menawarkan bantuan Anda untuk mengeluarkan kartu Anda.Jangan tinggalkan mesin ATM sebelum Anda yakin pihak bank telah memblokir kartu Anda.

∙ Setelah keluar dari gerai ATM, pastikan Anda tidak diikuti orang. Setelah yakin aman, Anda bisa melakukan aktivitas lainnya dengan aman.

Sumber :

http://regional.kompas.com/read/2010/01/21/16231044/Bagaimana.Bertransaksi.Aman.di.ATM.

http://regional.kompas.com/read/2010/01/21/18425477/Tips.Bertransaksi.Aman.di.ATM.dari.BI

http://www.detiknews.com/read/2009/01/08/153138/1065240/10/cara-aman-transaksi-melalui-atm

**pengalaman pribadi

Kampanye Keselamatan Jalan? Lanjutkan!

Selang beberapa jam saja sejak saya tulis Kampanye Keselamatan Jalan, di stasiun televisi Trans7 juga menayangkan segmen terkait dengan kampanye keselamatan jalan. Dalam Bukan Berita, salah satu segmen pada talk show Bukan Empat Mata meliput tentang fenomena yang terjadi pada masyarakat kita khususnya yang terkait dengan isu keselamatan jalan atau road safety dan juga mengenai pelaksanaan peraturan lalu lintas di tengah masyarakat.

Dalam segmen yang dibawakan oleh host yang genit, Atika, saya mencatat sudah beberapa kali Bukan Berita di Bukan Empat Mata mengulas isu Road Safety, tercatat fenomena maraknya berkendara dengan motor sambil ber-handphone ria dan SMS, maraknya pejalan kaki menyeberang jalan bukan pada tempatnya sampai yang paling mutakhir Kamis, 28 Januari 2010 adalah maraknya penggunaan asesoris lampu strobo, sirine dan rotator pada kendaraan sepeda motor secara ilegal dalam arti diluar ketentuan yang diatur pada pasal 59 Undang Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009. (Lucky)

Dalam Bukan Berita tersebut yang menjadi sasaran liputan adalah klub motor yang SEHARUSNYA lebih PAHAM akan aturan lalu lintas yang berlaku. Lihat saja, ketika salah satu biker dengan inisial “F” yang juga member salah satu klub motor ketika ditanya oleh Atika mengapa masih menggunakan strobo, menjawab dengan “pembenaran” nya, “kan aturannya baru berlaku kemaren”. Rupanya biker tersebut lupa atau mungkin biker tersebut grogi karena kegenitan Atika yang terus mencecarnya dengan pertanyaan-pertanyaan, padahal Undang Undang Lalu Lintas sudah ada dan berlaku sejak tahun 1992. Belum lagi biker lainnnya yang ketika tengah mengendarai sepeda motor yang lengkap dengan raungan sirine dan kelap kelip lampu strobo langsung kabur ketika didatangi Atika. Sementara dua biker lainnya hanya bisa senyum tersipu malu ketika dicegat Atika dan dicecar dengan pertanyaan seputar penggunaan lampu strobo.

Segmen Bukan Berita di Bukan Empat Mata di Trans7 yang sudah sering meliput mengenai isu keselamatan jalan ini cukup membuktikan bahwa isu keselamatan jalan dan sosialisasi peraturan lalu lintas memang sudah sangat penting dilakukan oleh siapa saja yang peduli terhadap keselamatan jalan dan tegaknya hukum di negeri ini. Lanjutkan!

Infrastruktur, Mendisiplinkan Pengguna Jalan?

AWAL pekan ini, pengurus Road Safety Association (RSA) berkenan diterima oleh Wakil Kepala Dinas Perhubungan (Wakadishub) DKI Jakarta Riza Hashim, untuk sharing mengenai problem transportasi di Jakarta.

RSA yang diwakili Rio Octaviano selaku Ketua dan Edo Rusyanto (Litbang), secara aktif juga memaparkan apa yang menjadi harapan dan masukan dari para pengguna jalan. Terutama soal pentingnya aparat Dishub menertibkan disiplin para pengemudi angkutan umum.

“Selama ini sulit meningkatkan disiplin pengguna jalan. Karena itu, pendekatan kami adalah dengan pembangunan fisik. Misalnya, pembangunan busway. Ternyata bisa membuat disiplin penumpang yakni hanya naik dan turun di halte tertentu. Kami tidak bisa menegakkan hukum dengan menjaga ruas jalan tertentu dalam waktu 24 jam terus menerus,” kata Riza Hashim.

Ia pun membocorkan sedikit soal rencana aksi Dishub menata sistem transportasi Jakarta yang terkenal semrawut alias gak pernah lepas dari kemacetan. ”Salah satunya, kami akan membuat tempat khusus bagi mikrobus, lajur dan ketinggian pintunya akan kami atur,” papar Wakadishub.

Tingkat kedisiplinan pengguna jalan memang menjadi sorotan utama. Maklum, perilaku berkendara ternyata menjadi biangkerok alias penyebab kecelakaan lalu lintas jalan. Di Jakarta, sedikitnya setiap hari terjadi belasan kasus kecelakaan yang merenggut setidaknya tiga nyawa per hari.

Populasi kendaraan memang cukup tinggi di Jakarta. Data termutakhir pihak Kepolisian Daerah Metro Jaya menyebutkan, ada sekitar 7,3 juta sepeda motor dan sedikitnya 3 juta mobil. ”Setiap hari ada pembuatan 300 surat tanda nomor kendaraan (STNK) dan sekitar 500-an kalau digabung dengan Botabek,” tutur Riza.

Pergerakan warga, kata dia, sedikitnya sekitar 20,7 juta pergerakan setiap hari. Dan ironisnya, ”Angkutan umum hanya sekitar 88 ribu unit yang artinya hanya mampu melayani 1,5% kebutuhan transportasi warga,” tutur Wakadishub.

Tak aneh, jika kemudian warga Jakarta mencari alternatif transportasi, selain roda empat, kendaraan paling favorit adalah sepeda motor. Selain harganya terjangkau, sepeda motor dinilai lincah mensiasati kemacetan lalu lintas jalan.

Ruwetnya Pengadaan

Salah satu aspek penting dari sistem transportasi adalah rambu dan marka jalan. Jangan berfikir mudah mengatur soal yang satu ini. ”Untuk pengadaan barang untuk mengganti rambu atau lampu yang rusak, kami harus sabar menunggu pergantian APBD. Misal, kerusakan terjadi di pertengahan 2010, maka penggantian yang rusak baru bisa pada anggaran tahun depan,” keluh Riza.

Hal ini mengusik kita sebagai pengguna jalan. Bagaimana bisa lebih tertib dan lancar lalu lintas Jakarta jika rambu atau lampu pengatur lalin rusak. Ketatnya sistem keuangan pemerintah memang tak terlepas dari upaya mencegah terjadinya kebocoran keuangan negara. Tapi, apakah jika terkait keselamatan jalan tidak ada kelenturan birokrasi? Itu masih menjadi pertanyaan kita semua.

Riza mengakui, bahwa rambu atau lampu lalin bisa membantu pengguna jalan. ”Bahkan bisa membuat disiplin pengguna jalan,” papar dia.

Ia mencontohkan pemakaian perangkat hitung (counter) di setiap perempatan lampu merah. Alat yang menunjukkan berapa lama lampu merah itu, bisa membuat pengguna jalan menghitung waktu saat berhenti. ”Jika ada yang rusak, laporkan kepada kami ke no 021-3844022 dan 021-3457471 atau 021-3520778 untuk posko kami,” paparnya. (edo rusyanto)

sumber : Road Safety Association

Saturday, January 16, 2010

Lucky Rider

Lucky Rider adalah nama usaha yang dirintis oleh saya untuk memenuhi kebutuhan pengendara motor dalam berkendara. Beberapa barang yang saya jual disini tidak lepas dari unsur safety dalam berkendara.

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi :

LUCKY RIDER SHOP

GSM : 0811 – 891 892

CDMA : 021 – 96325 012

YM : lucky25673

Google Talk : lucky.junan.subiakto@gmail.com

Email : lucky.junan.subiakto@gmail.com, lucky25673@yahoo.com

Monday, August 03, 2009

SENYUM

Percayalah kekuatan senyuman amat luar biasa.
terlebih diberikan dengan tulus hati,

Bisa menjadi pencair hubungan yang dingin,
Dapat memberi semangat dalam keputusasaan,
Dapat membuat penenang jiwa yang resa,

Senyuman......
juga merupakan tanda untuk membuka diri dngan orang disekeliling kita.

kapan terakhir kali anda memberikan hadiah senyuman manis pada orang yang anda kasihi ??
mulailah dari sekarang kita tersenyum dengan tulus hati kepada siapa pun dan dalam keadaan apapun.....

Wednesday, July 15, 2009

Prihatin...

prihatin dengan safety awareness pengendara motor,
beberapa waktu lalu di Bukan Empat Mata Trans7 menangkap pengendara motor yang sms-an sambil mengendarai motor,
pas dikonfrontir kalo sms-an sambil naek motor itu bahaya, dengan entengnya si bapak jawab,

"BAHAYA KAN DITANGGUNG SENDIRI...BUKAN ORANG LAIN".....

gubrrraaaakkk!!
bener pak, ntar kalo ente mati, ngubur sendiri aja yak, kan ditanggung sendiri...

Malang kota ngantuk?

dari hari Senin, 13 Juli 2009 sampe hari ini, selama working hour, kenapa ya gw selalu ngerasa ngantuk bangeet? kata temen2 di Malang sich karena Malang akhir-akhir ini emang lagi musim dingin...loh? emang ada musim dingin di Indonesia hehehe...tapi ya itulah kenyataannya...malahan kalo malem di hotel biasanya pasang AC...ini malah dimatiin, soalnya dingin menembus ke kamar...bbrrrr....

hawanya dingin, cuacanya sejuk...makanya bikin ngantuk...hoaammm...

Gimana ya??


Pemilihan Presiden sudah berlangsung dan sekarang sedang berjalan penghitungan suaranya, meski versi resmi KPU belum ada namun sudah dapat “dipastikan” pasangan nomor urut 2 menjadi pemenangnya.

saya mencoba melihat dari kacamata orang awam untuk 5 tahun ke depan…dan mengambil dari isu-isu yang berkembang selama kampanye sebulan kemarin.

isu ekonomi neoliberal yang paling mengemuka, ternyata rakyat Indonesia atau kalau mau dibilang, sekitar 60% dari pemilih tidak terpengaruh dengan isu tersebut, saya juga tidak tahu apakah “tidak terpengaruh” disini karena mereka benar memahami sistem ekonomi tersebut atau memang ga paham sama sekali, sekedar memilih karena popularitas?

isu pendidikan, salah satu pasangan capres sudah meneken kontrak politik dengan beberapa elemen mahasiswa untuk mencabut UU Badan Hukum Pendidikan (BHP). Nyatanya? ini juga tidak berpengaruh, padahal isu ini sangat penting dikarenakan dengan adanya UU BHP ini maka setiap calon mahasiswa yang akan melanjutkan pendidikannya di bangku perguruan tinggi harus “membayar” sejumlah uang yang tidak sedikit. Apakah generasi muda di negeri ini menyadarinya? atau lagi-lagi memilih karena popularitas?

jadi, gimana ya? negeri ini 5 tahun ke depan? bagaimana dengan perekonomian? akankah masih mengejar pertumbuhan daripada pemerataan? akankah pupuk masih susah didapat oleh petani? apakah buruh masih dijerat dengan sistem outsourcing? apakah nelayan masih susah melaut karena solar yang jarang?

lalu bagaimana dengan musibah transportasi baik darat, laut, udara yang secara berurutan dan bergantian terjadi di negeri ini…seakan negeri ini meminta korban penghuninya sendiri supaya negeri ini tetap dengan kondisi saat ini… (bingung?)

jadi, gimana ya? apa kita, atau lebih tepatnya, saya masih harus menunggu 5 tahun lagi?

jadi, gimana ya? we’ll see…

*yg ga jadi dapetin MAMPU – Modal usAhA bagi peMUda*

1.460 hari bersama...


sekitar 1.460 hari telah kita lalui bersama, dalam rasa persaudaraan, dalam rasa persahabatan, dalam pertemanan, tak tertinggal pula sempat ada rasa permusuhan perselisihan diantara kita…

sekitar 1.460 hari kita lewati perjalanan, lewati jalur lurus, belok-belok, jalur turunan bahkan tak jarang jalur tanjakan yang curam…

sekitar 1.460 hari kita bergandeng tangan, berjabat tangan, berpelukan erat, dalam suka dan duka, meski sepertinya lebih banyak duka nya…

sekitar 1.460 hari kita teriak bersama, kita gemakan bersama, kita gaungkan bersama, kita terapkan bersama…tentang berkendara yang aman, tentang berkendara yang nyaman, tentang berkendara yang santun dan elegan…

sekitar 1.460 hari kita bersama, bersama kita, kita semua, aku, kau, diriku, dirimu, dirinya…bersatu dalam komunitas yang solid, elegan…yang tidak mengejar berapa banyak anggota, yang tidak mengejar sponsor dalam setiap acara, yang tidak mengejar nama demi kehormatan dan penghormatan…

namun dengan kebersamaan selama 1.460 hari itu, kita bisa mewujudkan itu semua…apa yang akan kita lakukan lagi di hari-hari berikutnya?

pasti semua hal bisa kita lakukan, asal kita tetap selalu bersama…

Safety is a Must


"There's no tired for Safety because Safety is a Must, not an Option" !!

Thursday, July 03, 2008

Kecelakaan Tergantung Persepsi

“Berkendara aman tergantung persepsi pengendara terhadap kecelakaan. Persepsi risiko kecelakaan rendah, maka, perilaku pengendara yang menimbulkan bahaya makin tinggi,” papar Ridwan Z. Syaaf dalam seminar mengenai Safety Riding di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Universitas Indonesia UI.

Dalam paparan ilmiahnya berjudul Perilaku Manusia dan Keselamatan Berkendara, Ridwan mengatakan persepsi bikers terhadap kecelakaan mempengaruhi perilaku berkendara. “Kalau pengendara melihat kecelakaan sebagai sebuah kejadian yang biasa-biasa saja. Jatuh hanya lecet, maka, anggapannya mengenai kecelakaan biasa saja. Bukan sesuatu hal yang bahaya,” jelas pria yang menggondol master dari School of Public Health, Boston University, Amerika Serikat.

Sehingga caranya berkendara akan tidak aman. “Ngebut, tidak mentaati aturan. Pokoknya tidak aman berkendara,” ungkapnya.

Ia menilai, perilaku berkendara yang tidak aman ini salah satu disebabkan pemahaman dan persepsi mengenai safety riding sangat rendah. “Coba lihat saja di jalanan masih banyak yang tidak peduli terhadap keselamatan diri. Menggunakan helm yang tidak benar, tidak melakukan perawatan terhadap kendaraan dengan baik. Belum lagi kondisi infrastruktur yang masih buruk,” jelasnya.

Karena itu, Ridwan, menghimbau seluruh komponen agar terus peduli terhadap keselamatan berkendara. Dalam makalahnya, ia mengutip penelitian Badan PBB yang mengurus soal kesehatan (WHO) pada Hari Kesehatan Dunia 2004 lalu di India.

“Pada 2002 terjadi kecelakaan fatal di jalan raya dengan korban meninggal 1,2 juta. Diperkirakan pada 2020, kecelakaan ini mencapai 2,4 juta per tahun. Lebih besar dari penyakit Malaria, Tubercolosis ataupun HIV,” tutupnya.

MELIHAT SECARA UTUH
Dalam sebuah kejadian, seperti kecelakaan, selama ini selalu berkembang asumsi yang mengatakan human error. “Misal, dalam kecelakaan motor, seolah sudah judge bahwa si pengendara yang salah. Padahal tidak begitu,” jelas pria yang bekantor di Depok, Jawa Barat ini.

Ia menjelaskan, ada pendekatan yang bisa melihat sebuah kecelakaan secara lebih luas. “Yakni pendekatan sistem. Harus diketahui dulu faktornya. Pendekatan yang digunakan SHEL (software, hardware, environment, liveware),” ungkap pria yang mengambil S1 Psikologi UI ini.

Software terkait dengan prosedur berkendara, hardware terkait dengan kelayakan sebuah kendaraan, environment yakni lingkungan saat kejadian terjadi dan terakhir liveware, manusia sebagai pengendara.

“Semua faktor ini harus diteliti. Sehingga dengan benar faktor penyebab sesungguhnya bisa diketahui. Tujuannya, agar bisa memprediksi sehingga meminimalkan kejadian di waktu berikutnya,” tandas Ridwan.

Indonesian Bikers Kulture

---------- Forwarded message ----------
From: kusnadi chahyono
Date: 20 Apr 2007 16:26
Subject: Indonesian Bikers Kulture
To: sontul

Dari milis tetonggo


> Perilaku manusia, baik di rumah, di tempat kerja,
> di pergaulan, atau ketika berada di tempat umum
> seperti di jalan, adalah cerminan budaya yang
> dianutnya. Berikut adalah budaya berkendara orang
> Indonesia yang dapat kita amati bersama di jalan:


> - Marka dan garis-garis di jalan adalah karya seni
> anak jalanan yang suka iseng membuat grafiti. Maka
> jejakkanlah ban anda di atasnya sebagai tanda bahwa
> anda seorang pengagum seni sejati


> - Tanda sudah boleh jalan di persimpangan berlampu
> merah adalah bunyi klakson dari kendaraan di
> belakang anda, atau berhentinya kendaraan dari arah
> lain, atau berjalanya kendaraan yang searah dengan
> anda.


> - Lampu merah tidak bisa dipercaya karena sering
> sekali salah. Atau anda seorang buta warna sehingga
> lebih baik percaya kepada orang lain yang matanya
> normal untuk melihat dan "memberitahukannya" kepada
> anda


> - Zebra cross bukanlah tempat menyeberang,
> melainkan garis-garis sejajar yang dibuat sebagai
> panduan anda menghentikan kendaraan diatasnya
> sembari menunggu lampu merah


> - Lampu sein harus dinyalakan sebagai tanda bahwa
> anda TELAH berbelok


> - Kampas rem harganya sangat mahal dan harus
> dihemat.
> Cara paling ekonomis dan paling mudah ketika
> menemukan rintangan di jalan seperti orang
> menyeberang, kendaraan berhenti, kendaraan berbelok,
> orang turun dari kendaraan umum, batu, lobang, dll,
> adalah dengan sedapat mungkin melakukan manuver
> tanpa menginjak rem sama sekali


> - Tidak ada standar bahwa lampu sein harus berwarna
> kuning, maka tunjukkanlah kreatifitas anda. Gantilah
> Lampu sein anda dengan warna favorit kesukaan,
> bisa merah, biru, putih, hijau, ungu, atau bahkan
> hitam kelam. Bahkan menukar lampu sein dengan lampu
> mundur dan sebaliknya adalah gaya yang sedang "in"
> untuk ditiru


> - Kalau pengendara di depan anda masih belum
> memicingkan matanya berarti anda harus mengganti
> lampu depan anda dengan yang lebih terang dan lebih
> tinggi watt-nya. Atau ada kemungkinan sudut lampu
> anda terlalu rendah, segeralah setel seperlunya


> - Pria yang bunyi klakson kendaraannya pelan adalah
> seorang banci, demikian juga yang memencet
> klaksonnya secara halus. Maka tunjukkan kejantanan
> anda dengan menggantinya dengan yang bersuara lebih
> besar, dan tekanlah klakson tersebut keras-keras
> setiap ada kesempatan


> - Anda tahu bahwa anda berada dalam jarak teraman
> dengan kendaraan di depan atau di samping anda
> ketika anda belum mendengar bunyi tumbukan,
> atau gesekan


> - Semua rambu-rambu lalu lintas hanya berlaku untuk
> pengendara roda empat karena mereka badannya besar
> dan membahayakan pengendara lain apabila tidak
> mengindahkan.


> - Rambu-rambu tersebut hanya berlaku paling lama
> sampai jam 12 malam


> - Jalan raya dirancang oleh para ahli yang sangat
> pandai memperhitungkan dan merencanakan kapasitas
> dan ruang jarak antar kendaraan. Maka setiap celah,
> seberapapun kecilnya adalah anugerah yang merupakan
> hak anda.


> - Bahkan ketika sudah tidak ada celah pun, anda
> boleh manfaatkan tanah, rumput atau trotoar yang
> ada di pinggirnya. Sekali lagi, tunjukkan
> kreatifitas anda dalam menciptakan ruang anda
> sendiri


> - Pencoleng, pencopet, perampok, koruptor adalah
> pencuri yang harus dihukum. Namun pengendara yang
> mengambil hak jalan orang lain di lampu merah
> bukanlah pencuri, melainkan seorang oportunis yang
> patut ditiru kepandaian dan kelihaiannya


> - Ketika berkendara malam hari di jalan dua arah
> yang sempit dan pas-pasan lebarnya, nyalakanlah
> lampu jauh anda (dim) TEPAT ketika hendak berpapasan
> dengan kendaraan dari arah berlawanan. Semakin lama
> semakin baik untuk keselamatan, agar kendaraan
> lawan mengetahui keberadaan anda


> - Manusia Indonesia diberikan berkah berupa
> kemampuan untuk bertelepati. Maka tidak perlu
> repot-repot memberi tanda atau sinyal ketika anda
> hendak bermanuver, toh semua orang sudah mengerti
> PERSIS maksud anda


> - Ketika berada di tikungan atau belokan yang
> siku-siku, ambillah jarak terdekat dengan membuat
> garis miring yang selurus-lurusnya (bahasa
> matematikanya: hipotenusa). Orang yang berbelok
> dengan membuat kurva melengkung adalah orang bodoh
> yang tidak pernah belajar matematika


> - Manfaatkan kesempatan yang diberikan oleh
> pengendara yang sedang mencari kesempatan berbelok
> pelan-pelan di persimpangan pada lalulintas padat
> dengan cara mengambil dari tikungan sebelah dalam.
> Anda pasti aman karena terlindung oleh kendaraannya


> - Menyalip dari kanan sangat tidak aman dan
> berbahaya mengingat ada kendaraan dari arah
> berlawanan.


> - Menyaliplah dari kiri, supaya aman


> - Alon-alon asal kelakon adalah falsafah yang sangat
> agung dan perlu dilestarikan, bahkan ketika anda
> berada di jalur paling kanan


> - Sebagai orang cerdas yang lihai membaca situasi,
> jangan pernah berhenti menunggu di jalanan yang
> sedang padat dan rumit karena bersilang-silangan.
> Ambil setiap celah yang bisa diambil dan segeralah
> keluar dari situasi yang menyebalkan tersebut.
> Jangan beri kesempatan kepada orang-orang sial yang
> sedang berupaya pelan-pelan mengurai situasi yang
> kacau itu


> - Segeralah tambah kecepatan anda jika :
> 1. Lampu traffic berganti dari kuning ke merah
> 2. Kendaraan di sebelah kiri depan/kanan depan
> menyalakan lampu sein kuning
> 3. Jika mendekati perlintasan kereta dan
> terdengar bunyi bel kereta berdentang


> - Perhentian paling baik untuk menurunkan penumpang
> adalah persis di kelokan


> - Jika ingin belok ke kanan/ke kiri, gunakanlah
> lajur kedua atau ketiga dari sisi dimana anda
> ingin berbelok


> - Garis putih di tengah jalan adalah garis pedoman
> supaya jalan kendaraan anda lurus, usahakan agar
> garis tsb selalu berada PAS di tengah bodi kendaraan
> anda


> - Tak perlu membawa jas hujan, payung atau
> sejenisnya. Gunakanlah Jembatan penyeberangan,
> underpass, jalan tol layang untuk berteduh di kala
> hujan.


> - Motto heroik pengendara sepeda motor : Lebih baik
> mati dari pada harus menginjak rem..

Bila anda merasa,

Bila anda merasa,

1. Gak tahan udara panas
Naik motor itu otomatis badan kita akan berinteraksi langsung dengan matahari (kalo siang), panas bukan pilihan, adalah sesuatu yang harus diterima. Berteduh dibawah pohon pada saat traffic light masih merah, dan menghalangi pengguna jalan lain adalah pekerjaan orang idiot.

2. Gak ngerti sopan santun
Dijalan raya, bukan hanya kita pengguna nya, masih banyak orang lain dengan skill berkendara yang variatif. Tanamkan motto "Saya yang harus antisipasi kendaraan lain ketika bermanuver, bukan kendaraan lain yang harus mengantisipasi manuver saya".
Optimalkan perlengkapan standar pada kendaraan bermotor anda, jangan gunakan spion yang lebih kecil dari standar yang ada, karena bisa membahayakan orang lain, dan diri anda sendiri.

3. Takut rambut acak2an atau pengap
Salah satu alasan gak mau pake helm half atau full face adalah, takut rambut acak-acakan, tidak mau pengap karena posisi muka ikut tertutup bagian dari helm. Hargai kepala anda.

4. Takut kehujanan
Hujan adalah gejala alam yang pasti terjadi, perlengkapi kendaraan atau diri anda dengan jas hujan (stelan, jangan model ponco..banyak korban). Berhenti sebentar untuk pasang jas hujan, dan mulai kembali perjalanan anda, bila harus meneduh, pilihlah tempat yang tidak menghalangi pengguna jalan lain.

5. Gak mau kena macet dan dibelakang bis
Bis / kendaraan umum laiinya adalah fenomena luar biasa dari ibu kota tercinta kita ini, para pejebat lalu lintas sibuk mencari keuntungan pribadi, daripada mengatur kendaraan ini. Apabila memang keadaan memaksa anda berada di belakang knalpot "kurang ajar" kendaraan umum, tetaplah bersabar, gunakan selalu masker yang layak pakai dengan filter karbon, jangan memaksakan kehendak untuk mendahului kendaraan umum tersebut, pada akhirnya, membuat susah orang lain.

6. Gak mau kena macet, terus nyusul lewat trotoar
Trotoar adalah fasilitas untuk pejalan kaki, tidak ada alasan lain. Apabila kita dapati penggunaan yang menyimpang dari trotoar, biarlah itu urusan pemerintah kita yang korup, pastikan diri kita menghormati pengguna trotoar.

Bila anda termasuk yang di atas...atau anda merasa masuk ke dalam golongan bikers cengeng..silahkan pilih alat transportasi lain....yang memungkinkan anda nyaman dan tidak perlu bersusah payah.

Jangan coreng nama baik BIKERS..!!


*Kalimat yang digunakan adalah non-formil.
Forum Safety Riding Jakarta

7 Deadly Bins

Artikel berikut adalah 7 skenario tabrakan yg didasari dari kecelakaan yg sebenarnya dimana si pengendara2 motor ybs tewas. Mereka tak sempat menerangkan apa yg salah, jadi dibuatlah skenario ini, menghindari maut dan tetap selamat dgn mempelajari kesalahan mereka.

1. Perpotongan Jalur Berbahaya (Junction Jeopardy)

Pembunuh nomor satu, tabrakan di perpotongan jalur selalu sama dan berakibat serius, dapat terjadi pada siapa saja yg biasanya pengendara lain yg terlibat mengklaim bahwa mereka tak melihat ada motor datang, meskipun begitu pengendara motor bisa menghindari dgn defensive riding dan tetap awas.

Apa yg salah :
Pengendara motor berjalan di belakang sebuah mobil, ketika mobil tsb belok kiri, motor melaju bermanuver melewati mobil tsb di sisi kanan, ternyata dari arah kiri ada mobil lain yg melaju baik lurus maupun belok kanan/kiri.

Cara menghindar kesalahan :
- jangan pernah mendahului dari kanan dimana bisa jadi ada kendaraan masuk/belok di jalur anda tanpa peringatan, dahului dari kanan bila jelas2 perpotongan jalur tsb bersih dan aman tak ada kendaraan lain.
- masuki tiap perpotongan jalur dgn sebanyak mungkin penglihatan dan informasi, perhatikan posisi kendaraan dan lampu2 sen, tapi jangan menyimpulkan apa2. Nantikan yg tidak dinanti nanti.
- tanyakan pada diri sendiri "sudahkah saya terlihat?", pastikan anda di garis lihat pengendara mobil, kalau perlu terjadi kontak mata, bila ragu2 siapkan yg terburuk.

2. Tikungan yg Kacau (Cornering Chaos)

Jujur saja, tewas ditikungan adalah mati konyol, karena bisa dihindari dan tak ada alasan yg pantas utk itu. Tetap hidup, dlm kasus ini sangat sederhana, berkendaralah dgn keterbatasan anda. Status membuktikan bahwa pengendara motor tak berpengalaman atau yg sudah lama tak bawa motor adalah yg terbanyak mendapatkan kecelakaan ini, yg mengejutkan adalah terjadi meski jalan tidak basah.

Apa yg salah :
Pengendara motor memasuki tikungan terlalu cepat hingga gagal prediksi radius tikungan dan tak sempat melihat keadaan di ujung tikungan lalu berada di garis tikung yg tdk tepat hingga terlalu dekat dgn jalur arah lawan dan gagal menikung dgn benar hingga panik (ada yg menurunkan gas dan mengerem) hingga ketika keluar tikungan motor malah lari jauh ke arah lawan hingga bertabrakan dgn kendaraan dari depannya.

Cara menghindar kesalahan :
- rem dan atur posisi gigi segera, atur kecepatan hingga bisa merubah jalur menikung bila diperlukan, perhatikan keadaan tikungan bila ada tanda2 marka jalan kemana arah tikungan tsb.
- masuki garis tikungan dgn penglihatan terbaik utk melewatinya - bukan garis tikungan balapan, dgn menyisakan ruang antara anda dan kendaraan dari arah lawan.
- jika tiba2 tikungan menyempit (baik keadaan jalan maupun ada kendaraan lain), jangan panik, karena panik bisa membuat motor hilang kendali.

3. Mendahului yg Kebablasan (Overtaking Oblivion)

Tabrakan ketika mendahului adalah kasus paling banyak ke tiga dlm kecelakan motor, meskipun si pengendara motor biasa dan bisa mendahului kendaraan yg melaju lebih lambat.

Apa yg salah :
Pengendara motor melaju terlalu dekat pada kendaraan didepannya hingga banting setir kekanan dan berusaha mendahuluinya, ternyata didepan kendaraan tsb ada kendaraan lagi hingga si pengendara motor berusaha melewati keduanya, karena salah perhitungan dan salah atur jarak lalu keluar jalur masuki arah lawan dgn tak ada waktu dan jarak lagi utk pindah jalur hingga terjadilah tabrakan dgn kendaraan dari arah lawan.

Cara menghindar kesalahan :
- kunci mendahului adalah perencanaan yg matang, jangan gak sabaran, terburu2 atau agresif, posisikan diri anda dgn penglihatan terbaik kearah jalan didepan, pastikan posisi gigi yg pas utk menaikkan akselerasi.
- perhatikan jalan didepan dgn seksama, adakah hal2 yg berpotensi bahaya? jika ada sedikit saja keraguan di hati, jangan mendahului!, karena sebentaran saja anda dapat lagi kesempatan utk mendahului.
- lihat kaca spion dan area yg tak nampak di kaca spion lalu nyalakan lampu sen dan segera mendahului secepat dan semulus mungkin, ambil segera jalur semula dan jaga ruang antara anda dan kendaraan lain seluas mungkin.

4. Pemilahan yg Rusak (Filtering F**k-Up)

Bisa memilah melaju melewati kendaran2 di jalanan yg ramai adalah praktis maju yg terbesar dalam mengendarai motor sekaligus berbahaya.

Apa yg salah :
Pengendara motor melaju terlalu cepat di jalur 2 atau 3 dgn estimasi kecepatan 45kpj lebih cepat dari kendaran lain disekitarnya yg akan didahului, tiba2 salah satu kendaraan bermanuver pindah jalur tepat didepannya hingga si pengendara motor tak bisa menghindarinya dan terjadilah tabrakan.

Cara menghindar kesalahan :
- berkendaralah dgn kecepatan yg memungkinkan anda utk berhenti atau bermanuver dgn tepat, disarankan jangan lebih dari 15kpj dari kendaraan lain disekitar yg akan didahului.
- duduk tegak dan fokus terhadap jalan didepan, perhatikan tanda2 yg berpotensi bahaya, awas terhadap lampu2 sen kendaraan lain, perempatan2, pejalan kaki yg nyebrang dll, sisakan ruangan antara anda dan kendaraan lain.

5. Berkendara kelompok yg Berdukacita (Group Riding Grief)

Berkendara dgn teman2 bisa menyenangkan sekaligus dapat menimbulkan masalah. Berkendara kelompok tdk termasuk dlm catatan resmi kasus kecelakaan bermotor, tapi secara tetap tercatat sbg faktor penyumbang yg tidak bisa diabaikan. Porblem terbesar adalah si pengendara motor beresiko kecelakaan karena keinginan utk show off atau pamer kebisaanya bermotor didepan teman2nya. Berkendaralah dgn kenyamanan anda sendiri, jangan terpancing oleh ulah teman anda.

Apa yg salah :
4 motor atau lebih berkendara kelompok, dgn 3 motor di belakang sebuah kendaraan lain dan satu motor didepan kendaraan lain tsb sekalgus di belakang kendaraan lain, satu dari 3 motor dibelakang mencoba mendahului, tiba2 satu motor didepan tsb juga mendahului kendaraan didepannya tanpa memberi tanda dan tak melihat spion, motor yg dibelakangnya tak sempat menghindar hingga terjadi tabrakan.

Cara menghindar kesalahan :
- kecuali anda memiliki kepercayaan penuh terhdp teman2 kelompok berkendara di sekitar anda, tetaplah dalam formasi dan memberi ruang gerak yg banyak utk mereka, jangan coba2 menerka apa aksi dan manuver yg akan mereka lakukan.
- beri kejelasan terhadap teman2 kelompok berkendara di sekitar anda bila anda ingin bermanuver, menolehlah dan beri tanda2 yg jelas.
- ketika mendahului, pertimbangkan pula teman2 kelompok berkendara di sekitar yg dibelakang dgn memberi ruang gerak yg cukup. jika mengikuti motor lain, jangan dasari gerak mendahului anda dgn motor yg ada didepan.

6. Tragedi Putaran (Turn Tragedy)

Ada beberapa kecelakaan yg melibatkan kendaraan yg memutar di U-Turn dgn pengendara motor yg melaju dari arah lawan. Pengendara motor biasanya jarang disalahkan terhadap jenis kecelakaan ini, tapi tetaplah berhati-hati.

Prediksi dan bereaksi akan kecepatan dan keberadaan kendaraan lain di jalur lawan dari kemungkinan berputar tiba2, jangan percaya pada lampu sen yg diberikan karena bisa terjadi kesalahpahaman (seperti ketika berputar memberi sen kanan, tiba setelah dijalur lawan masuk ke kiri jalur).

Beri ruang gerak jika nampaknya kendaraan dari arah lawan akan berputar, jika mendahului di satu jalur yg padat merayap, kendaraan yg antri didepan biasanya bermanuver kekanan mencari celah jalan didepannya.

7. Tabrakan belakang (Rear-end Wreck)

Melaju kencang di belakang kendaraan lain sepertinya terdengar bodoh ya? bisa jadi, tapi mengejutkan, terhitung 10% kecelakan bermotor dalam 9 grup contoh kecelakaan fatal dan menurut status, pengendara motor biasanya banyak disalahkan dalam kecelakaan jenis ini daripada kecelakan jenis lain, juga menunjukan terjadi pada pengendara motor yg masih muda, laki laki dan mengendarai motor yg kecil.

Perhatikan jalan didepan, jangan terganggu dgn "pemandangan" yg ada disekitar, bereaksilah segera terhadap lampu rem yg menyala didepan atau tanda2 yg menyebabkan terjadinya kelambatan didepan.

Kenali rem motor anda, banyak pengendara motor tak menyadari potensi akan rem motor mereka, sering2 lah tes rem mendadak dan kuat rem motor anda di empat yg sepi dan beraspal bagus utk mengetahui seberapa cepat motor anda berhenti, jangan berhenti mencoba pada tes pertama, terus lah mencoba, usahakan berangsur angsur hingga didapatkan perhentian yg maksimal.

Kesalahan dalam Percobaan (Error on Trial)

Kecelakaan tidak begitu saja terjadi, ada sebabnya. Kesalahan manusia menjadi faktor utama. Berlawanan dari opini populer yg ada, tak semua
kecelakaan disebabkan oleh pengemudi mobil, pengendara motorpun berbuat kesalahan. Dari Error on Trial yg dilakukan didapat data sbb :

Mobil
- gagal melihat dgn semestinya 18%
- gagal memutuskan10%
- kecerobohan 9%
- manuver yg buruk 8%
- kehilangan kendali 8%

Motor
- kehilangan kendali 14%
- gagal melihat dgn semestinya 14%
- gagal memutuskan10%
- manuver yg buruk 10%
- kecerobohan 9%

-------------------------------------------------------------
artikel investigasi khusus ini disadur bebas dari kolom Feature "Stop Crashing" Superbike Magazine edisi April 2007 halaman 62, berjudul
"7 Deadly Bins and How to Avoid them", ditulis oleh Dave Bradford, foto oleh Graeme Brown & ilustrasi oleh Huw Williams.

New Website YJOC

Dear all!

Rekan-rekan pengurus klub/komunitas motor/rekanan yang terhormat.

Memasuki usia tiga pada tahun ini Yamaha Jupiter Owners Community [YJOC] memiliki website baru dengan alamat [url]www.yjoc.web.id[/url]
Semoga dengan website baru yang dibuat dengan semangat yang baru, semakin memperkokoh kami dalam dunia bikers di Indonesia dan semakin mengedepankan rasa brotherhood antar sesama bikers.

Bagi klub/komunitas yang sebelumnya telah memasang link web YJOC di web nya masing-masing mohon agar dapat diperbaharui ke web kami yang baru.

Dan bagi rekan klub/komunitas yang ingin bertukar link brotherhood atau rekan-rekan lainnya yang ingin bekerjasama dengan memasang banner di website kami, dipersilahkan untuk menghubungi kami di [mail]webmaster@yjoc.web.id[/mail] dan [mail]pengurus@yjoc.web.id[/mail]

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga semakin maju dan jaya dunia bikers di Indonesia


Salam bikers!

Thursday, June 19, 2008

Perpanjan SIM di Mall...

Rabu, 18 juni 2008 saya berangkat ke Polsek Kemayoran, Jakarta Pusat di dekat rumah saya, bermaksud melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C saya yang habis pada tanggal 25 Juni nanti (wah ketauan dong ulang taun gw…hehehe)

Berangkat dari rumah jam delapan pagi, berharap mendapat antrian awal-awal dengan harapan bisa ke kantor tidak terlalu siang. Sesampainya di Polsek, jam delapan lewat limabelas menit, sudah ada sekitar 4 orang yang sepertinya juga akan memperpanjang SIM tapi….setelah melihat ke loket saya jadi agak curiga karena loket pendaftaran perpanjangan SIM masih dalam keadaan tutup. “Mati lampu pak!” ucap seorang bapak kepada saya, sepertinya bapak itu pegawai yang bekerja di loket tersebut. “Baru aja mati lampu tadi jam delapan, biasanya sih ga lama pak” tambah bapak tersebut. Saya pun memutuskan untuk menunggu lampu menyala bersama yang lainnya.

Kemudian datang seorang Polisi bernama Sudibyo yang menawarkan agar pergi ke Polsek Jakarta Utara di jalan Gorontalo, Tanjung Priok….wuiiih jauh dan juga tanggung piker saya, karena saya sudah lumayan menunggu lama disitu, jam sembilan lewat limabelas, listrik belum juga menyala…Polsek tidak punya genset pak? Tanya saya ke Pak Dibyo…dijawab, “mana ada dananya pak?” waktu itu dikirim hanya perangkat komputer dan servernya saja….
heran, kok bisa kantor Polsek yang juga merupakan lembaga pelayanan masyarakat tidak punya Genset agar pelayanan ke masyarakat dapat tetap berjalan walaupun listrik padam.

Saya menelpon sana sini untuk menanyakan lokasi Samsat keliling, dan didapat informasi kalo mobil Samsat keliling yang terdekat ada di Megamall Pluit…heemmmm lebih jauh lagi…trus saya teringat satu berita yang memberitakan bahwa Samsat membuka gerai samsat dan SIM di salah satu mall di Jakarta, namun saya lupa dimana? Akhirnya saya telpon 108 dan menanyakan, lokasi gerai samsat dan SIM tersebut, agak bingung juga si operator ditanya dimana lokasi gerai samsat dan SIM yang ada di Mall di Jakarta…hehehe, mungkin dia search dengan keyword gerai samsat dan SIM, akhirnya didapat informasi bahwa gerai samsat dan SIM ada di Mall Artha Gading…wah, alhamdulillah, lokasinya dekat nich, pikir saya, saya pun meminta nomor telponnya dan didapatlah nomor telponnya kemudian saya menelpon dan menanyakan jam bukanya, didapat info bahwa operasional gerai samsat dan SIM baru dibuka jam sepuluh sesuai operasional Mall, kemudian saya pun memutuskan untuk segera berangkat ke Mall Artha Gading, saat itu waktu sudah menunjukkan jam sepuluh kurang sepuluh menit, perkiraan saya cukup untuk sampai di MAG pas jam buka Mall. Saya pun segera bergegas dengan menaiki Yamaha Mio Soul kesayangan saya…(hehehe iklan Yamaha nich…)

Benar saja, saya tiba pukul sepuluh lebih limabelas menit, kemudian saya parkirkan Soul saya di lokasi parkir motor yang luas namun terbuka (outdoor), panas sangat menyengat saat itu dan badan berkeringat,…pikir saya, wah ganteng lagi nih gue, apalagi kan perpanjang SIM harus difoto lagi… 
Lalu saya bertanya ke security di lantai berapa Gerai Samsat, didapat jawaban ada di lantai 1 seberangnya Ace Hardware…kemudian saya pun bergegas…dan akhirnya saya tiba di lokasi, kaget juga sich…ternyata orangnya sangat banyak dan antriannya juga cukup panjang, sementara counter-counter lainnya masih tutup, counter Gerai Samsat ini sudah dikerubungi orang-orang, terlihat beberapa orang sedang mengisi formulir di luar counter gerai dikarenakan counter yang tidak terlalu luas…saya pun masuk ke counter yang pertama dimana terdapat ATM Bank DKI…saya pun bertanya ke salah satu orang yang sedang mengantri, pak kalo untuk perpanjang SIM disini juga? Lalu saya dapat jawaban, oh, bukan pak (sempet kaget, yah masalah lagi nich…) trus orang itu meneruskan jawabannya, di sebelah pak, toko sebelah hehehe toko? Maksudnya counter kali yaah….saya pun keluar lagi dari ruangan tersebut dan masuk ke ruangan sebelahnya…ternyata disini lebih nyaman, hanya ada lima orang yang sedang menunggu SIM nya jadi, saya pun masuk dan ke bagian pendaftaran, saya diberikan dua buah formulir pendaftaran perpanjangan SIM A dan SIM C kemudian saya dipersilahkan menunggu nama saya dipanggil untuk difoto, sidik jari dan tanda tangan….

Nah disini saya menunggu nama saya dipanggil lama juga yaa…., bayangin mulai dari saya mengisi formulir jam sepuluh lewat tigapuluh menit sampai nama saya dipanggil pada jam setengah duabelas siang…huuuuh satu jam!!
Tanya sana sini, kenapa bisa lama…akhirnya dapat jawaban dari petugas yang melakukan pengambilan foto, sidik jari dan tanda tangan, ternyata system komputernya mengalami gangguan, proses pengambilan foto, sidik jari dan tanda tangan sebenarnya sudah modern dimana menggunakan kamera digital, fingerprint dan signature machine yang sudah terintegrasi jadi satu….tapi…..yaahhhh….namanya trouble….capeee deeeeh….. proses untuk pembuatan dua buah SIM yang seharusnya cukup dengan sekali sidik jari dan foto, namun harus dua kali processing, artinya saya difoto dua kali dan sidik jari dua kali, hanya proses tanda tangan saja yang tidak bermasalah ….dan ternyata lima orang lainnya sebelum saya juga mengurus untuk perpanjangan dua SIM juga….iihhh…pantes aja lama bener nunggunya….

Tapi walaupun lama namun saya cukup merasa nyaman menunggu karena ruangan yang dingin ber-AC serta pemandangan di luar counter yang cukup menyejukkan mata manakala SPG-SPG mall mulai berdatangan hehehehe....lagi asyik memperhatikan salah satu pengunjung yang baru datang untuk ngurus SIM juga …nama saya dipanggil bahwa SIM saya sudah jadi, dan saya pun beranjak ke bagian pembayaran lalu petugas disitu menyebutkan nominal dua ratus ribu rupiah untuk dua SIM…saya pun membayar dan pas saya tanya, ada kwitansinya ngga pak? Hehehe…petugas tersebut sambil tersenyum, “yaa…ngga ada pak”…ya sudahlah…akhirnya saya menerima dua buah SIM A dan SIM C serta kartu asuransi yang sudah di-laminating…setelah saya cek semua dan data-datanya benar akhirnya saya pun beranjak keluar counter gerai samsat dan menuju parkiran untuk segera berangkat ke kantor…..jam satu siang saya tiba di kantor saya di kawasan Simatupang, Jakarta Selatan…alhamdulillah urusan saya selesai…namun masih ada lagi urusan lainnya yaitu perpanjangan STNK motor saya yang lain, Yamaha Jupiter (lagi-lagi Yamaha…) yang sudah habis lima tahun, harus cek fisik di Samsat pula…. hemmm kali ini rencananya, saya percayakan pengurusan perpanjangan Jupiter saya dengan biro jasa yang sudah bekerjasama dengan kantor saya….supaya saya juga tidak capek-capek….hehehehe….

Saturday, June 14, 2008

Nelayan menjala ikan...

Minggu 1 juni 2008 saya dan empat rekan sekantor masih berada di Padang, sumatra barat. Kali ini kami tidak kemana-mana, selesai sarapan pagi yang memang sudah agak siang sekitar jam setengah sepuluh, kami berjalan-jalan ke bagian belakang hotel tempat kami menginap, Hotel Pangeran Beach.
Di belakang hotel kami terbentang luas pantai Padang, setelah puas berjalan-jalan di pantai dari kejauhan kami melihat sekumpulan nelayan setempat yang sedang menjala ikan di laut. Kami pun bersepakat untuk mengamati dari dekat karena kami melihat ada suatu metode yang berbeda dari yang dilakukan para nelayan tersebut. Nelayan-nelayan itu tidak menaiki perahu dan menebar jala ikannya namun mereka cukup berada di tepi pantai dan melepas jala ikannya dari tepi pantai. Jala dibiarkan diulur dan dengan sendirinya jala terbawa arus laut hingga ke tengah laut. Tampak satu perahu saja yang ada di laut dengan dua orang diatasnya yang sepertinya bertugas untuk mencari kira-kira dimana banyak ikan dan biota laut lainnya.
Jala ikan pun digelar dengan membentuk lingkaran berbentuk kantung dimana pada bagian bawahnya diberikan pemberat agar dapat tenggelam di air laut dan dibagian atasnya diberikan semacam pelampung agar bagian atas jala tersebut dapat terus mengapung sehingga jala tersebut akan dengan sendirinya terbuka di bawah laut dan ikan-ikan serta biota lautnya pun akan memasuki jala tersebut.
Tali jala dipegang oleh lima orang nelayan yang bertugas memegang sekaligus menahan jala tersebut agar jala tidak hanyut ke laut. Dari info yang kami dapatkan, para nelayan tersebut sudah menggelar jalanya sejak jam tujuh pagi. Cukup lama kami menunggu kapan jala tersebut akan mulai ditarik ke tepi pantai. Kami pun menunggu sambil foto-foto dengan mengabadikan obyek-obyek yang ada di tepi pantai.
Tak terasa setelah kami foto-foto, waktu sudah menunjukkan pukul satu siang dan terlihat mulai ada pergerakan dari nelayan-nelayan tersebut. Tampak lima orang nelayan tersebut mengambil posisi seperti satu regu tarik tambang dalam perlombaan tarik tambang. Mereka menarik tali jala ikan tersebut dan secara bergantian posisi nelayan yang ada paling belakang berganti ke posisi paling depan untuk menarik jala, terus begitu sampai dengan sore kira-kira waktu sudah menunjukkan jam empat sore. Lama juga yah nunggunya...
Kantung jala ikan pun akhirnya mulai terlihat ke permukaan laut, tampak seperti benda besar yang diangkat dari bawah permukaan laut, kami pun berusaha untuk lebih dekat melihat apa yang ada didalam kantung jala tersebut. Perlahan demi perlahan akhirnya mulai tampak apa yang ada di dalam kantung jala tersebut...sebuah keprihatinan yang mendalam....dari dalam jala tersebut sangat banyak sampah darat yang tidak bisa diuraikan dan pastinya dibuang oleh manusia yang tidak mengerti atau pura-pura tidak mengerti, masa bodoh, bayangkan dari laut yang membentang luas itu bisa ada sampah-sampah seperti....mmm....dari mulai kemasan makanan ringan sampai dengan, maaf, bungkus pembalut wanita ada di dalam kantung jala tersebut...heemmmm...
Kami mengamati jenis ikan dan biota laut apa saja yang berhasil ditangkap nelayan-nelayan tersebut...beberapa jenis ikan masuk ke jala tersebut, dari hasil pengamatan kami yang paling banyak masuk ke jala adalah ikan tenggiri...nelayan-nelayan tersebut dan warga sekitar pun merapat dan mengelilingi jala tersebut dan setelah dijemur beberapa saat akhirnya jala tersebut dibuka dan dipilah nelayan dan rekan-rekannya, terlihat beberapa rekan dari nelayan tersebut yang membawa baskom untuk menempatkan ikan-ikan tersebut setelah dikeluarkan dari jala. dari tanya-tanya yang kita lakukan ke nelayan tersebut, ternyata ikan-ikan tersebut dipilah-pilah mana ikan yang bisa dijual atau laku di pasaran dan mana ikan yang tidak bisa dijual, oh ya ada juga juga biota laut lainnya dan cukup banyak masuk jala yakni ubur-ubur...dan yang jelas setahu saya ubur-ubur ngga bakal laku dijual, hehehe...
Akhirnya setelah seharian kami mengamati nelayan menjala ikan dengan metode yang bisa saya bilang sangat tradisional ini, saya pun mengajak rekan-rekan untuk kembali ke hotel karena waktu pun sudah menjelang pukul enam sore...sebenarnya kami masih ingin menunggu sunset tapi karena kami sudah capek akhirnya kami pulang ke hotel....mmmm....saya mendapat hikmah dari pengalaman yang saya peroleh hari ini, bahwa yang namanya hidup dibutuhkan pengorbanan, diperlukan jiwa dan raga yang kuat, yang mampu menyediakan waktu dan tenaga seperti pengorbanan yang dilakukan nelayan-nelayan tersebut, perjuangan demi menyambung hidup guna mencari nafkah bagi dirinya dan keluarganya, seharian dari pagi sampai sore ditemani dengan sinar terik matahari, walau hasil yang didapat tidak seberapa malah lebih banyak sampah yang didapat, namun mereka tetap menjalani kehidupan seperti itu sebagai suatu kewajiban....saya harusnya bisa lebih bersyukur kepada Allah SWT karena saya diberikan pekerjaan yang jauh lebih nyaman, duduk di ruang kerja yang nyaman dan dingin seharian, ketika saya dinas luar kota saya bisa menginap di hotel dengan segala fasilitasnya...hmmm...”ya Allah, berkahilah kami, ridhoi – lah pekerjaan kami semua, hasil yang bermanfaat bagi kami...ya Allah terima kasih....amiiin...”